53 PSK Dolly Belajar Bikin Kue Unyil

53 PSK Dolly Belajar Bikin Kue Unyil

 

Hari pertama pelatihan periode kedua untuk para Pekerja Seks Komersial (PSK) di lingkungan Dolly dan jarak digelar. Pelatihan tata boga yang diselenggarakan Dinas Sosial Surabaya, Rabu (2/4/2014) itu terbilang sukses.

Dari pantauan enciety.co, kedua tempat pelatihan yakni Balai RW VI Kupang Gunung Timur dan Balai RW X Putat Jaya cukup ramai. Di Balai RW VI misalnya, sebanyak 32 orang peserta hadir dari target 60 orang. Sedangkan di Balai RW X memang relatif lebih sepi. Dari target 40 orang, sebanyak 21 orang saja yang hadir.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Dedi Sosialisto mengungkapkan, peserta yang hadir pada periode ini merupakan peserta susulan. “Peserta yang sekarang itu yang tidak ikut pada pelatihan sebelumnya,” ujarnya.

Dedi mencoba mengubah strategi agar jumlah keikutsertaan PSK meningkat. Yakni dengan memundurkan jadwal pelatihan lebih siang, yakni pukul 13.00.

Para perempuan tersebut tampak serius mengikuti arahan instruktur. Resep yang diajarkan hari pertama ialah kue unyil dan risoles. Mereka saling menggoda tatkala harus memukul-mukul adonan roti supaya kalis.

“Ojok emosi, rek! Iling-iling opo iku? (Jangan emosi, rek. Ingat-ingat apa tuh?),” sahut mereka dibumbui tawa. Ada pula yang menggerutu karena susahnya membuat adonan roti unyil tersebut. “Cik angele nggawe ngenean (Susah sekali bikin begini, Red),” celetuk PSK yang lain.

Beberapa di antara PSK tersebut mengaku berencana akan membuka usaha warung nasi. “Aku pengen bikin usaha nasi padang,” seru salah satunya. Tapi ternyata ada yang mengaku tak suka memasak. “Aku nggak suka masak. Bikin usaha salon aja,” sahut yang lain.

Beruntung, peserta pelatihan periode kedua itu jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Hal itu diamini oleh Anggit Krismahani. Instruktur tata boga asal Tri Star Institute itu menyatakan, terasa adanya peningkatan jumlah peserta. “Kami sudah 3 tahun bekerjasama dengan Dinsos untuk mengisi pelatihan membuat kue kepada PSK maupun germo. Lumayan, peningkatannya signifikan,” katanya. Dulu, kenangnya, meskipun telah dipersiapkan untuk 50 orang, yang datang tak sampai 10 orang. “Pernah yang datang cuma 7 orang. Bahan-bahan jadi terbuang,” imbuhnya.

Anggit menambahkan, pihaknya sengaja memilih resep kue unyil sebagai alternatif. Karena, bila diberikan materi kue basah yang biasa dijumpai, para peserta akan bosan.

“Kalau ditawari pelatihan membuat kue nagasari, mereka pasti nggak tertarik,” tandasnya.

Ia menjelaskan, membuat kue unyil butuh kesabaran. Anggit berharap, para PSK itu tekun mengikuti pelatihan hingga tuntas di hari ke-3 nanti. Pada hari berikutnya, mereka bakal diajari membuat kue kering cornflakes dan lapis legit kukus. “Biar ada variasi,” tukasnya.(wh)