50 Persen Gaya Hidup Pekerja Jakarta Tak Sehat

50 Persen Gaya Hidup Pekerja Jakarta Tak Sehat
ilustrasi foto: kidsklik

Gaya hidup sehat nyatanya masih belum ditegakkan sebagian besar kalangan pekerja profesional di kawasan Jabodetabek. Sebuah survei bertajuk “Jakarta Professional Health Index 2015” menunjukkan, hanya sebagian atau 50 persen pekerja yang menerapkan gaya hidup sehat. “96 persen responden mengakui tingkat kesehatan pengaruhi karir. Tetapi, hanya 50 persen yang menjalankan gaya hidup sehat. Ini memang agak ironis,” ujar Vice President dan General Manager, PT Cerebos Indonesia, Agus Setio Joewono, di Jakarta.

Dalam survei itu sekitar 1000 orang pekerja berusia 25-45 tahun terlibat sebagai responden. Kemudian, menurut hasil, kesibukan merupakan faktor utama para responden tak menjalankan gaya hidup sehat. “Sekitar 59,8 persen mengaku tidak memiliki waktu yang cukup sehingga tidak melakukan hidup sehat. Lalu, 35,4 persen mengaku terlalu sibuk,” kata dia.

Agus mencontohkan, kebiasaan sarapan misalnya. Hanya 60 persen responden yang mengaku melakukan sarapan setiap harinya. Di samping itu, olahraga masih belum menjadi prioritas sebagian besar dari mereka. “Olahraga belum menjadi hobi yang prioritas. Kebanyakan responden memprioritaskan hobi lain seperti mendengarkan musik, membaca, memasak atau travelling,” tutur Agus.

Mengomentari hal ini, spesialis gizi medik dari RSCM, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, mengungkapkan, penerapan gaya hidup sehat setidaknya mencakup lima hal, yakni pola makan sehat, aktivitas sehat, istirahat yang cukup, lingkungan yang sehat dan menghindari stress. “Pola makan sehat mencakup, jumlah yang dikonsumsi sama dengan aktivitas yang dilakukan, lalu jenis makanan bervariasi, makan sesuai jadwal (pagi, siang dan malam dan diselingi snack) dan jurus masak yang benar, seperti dikukus, direbus, dipepes atau dipanggang,” ungkap Inge.

Kemudian, untuk aktivitas fisik, Inge menyarankan kita untuk setidaknya melakukannya 30 menit setiap harinya. “150 menit dalam seminggu, atau kira-kira 30 menit setiap hari (untuk lima hari). Atau maksimal sampai 240 menit per minggu, itu sudah lebih dari cukup untuk menjaga kebugaran,” kata dia.

Kemudian, untuk istirahat, menurut Inge, dewasa disarankan tidur antara 4-6 jam per harinya. “Kalo saat malam hanya bisa tidur empat jam, di siang hari bisa tambah sekitar dua jam,” pungkas Inge. (bst)