5 Cara Pendiri Startup Hilangkan Stres

5 Cara Pendiri Startup Hilangkan Stres

Para pendiri startup punya masalah datangnya bertubi-tubi. Padahal mereka sadar menyerah dengan tekanan pekerjaan dalam bisnis bukan pilihan. Kenyataannya, bahwa 9 dari 10 startup ditakdirkan musnah lantaran kekurangan uang tunai, gagal pendanaan, atau musim pajak yang membebani.  Anda bisa terseok, runtuh optimisme dan passion secara perlahan tetapi pasti.

Dinamika sebuah startup, naik dan turun begitu drastis terjadi. Agar Anda tidak terperangkap di dalamnya, cobalah sejumlah kiat berikut ini.

1. Ketahui saat istirahat

Entrepreneur pemula biasanya bersemangat tinggi untuk menurunkan kecepatan atau beristirahat cuma untuk makan siang. Sayangnya bekerja tanpa henti justru menurunkan produktivitas kita. Temuan studi dari University of Colorado Boulder mengatakan para entrepreneur berpengalaman lebih memilih menangani stres mereka karena mereka tahu kapan harus berhenti sejenak.

2. Hargai keberadaan keluarga.

Dari kira-kira 531 miliar Euro yang terhimpun tahun lalu untuk memulai startup baru, sekitar 60 miliar Euro dari keseluruhannya berasal dari teman-teman dan keluarga. Dan meskipun dana tambahan bisa membantu kurangi stres entrepreneur pemilik bisnis, mengobrol dengan keluarga, teman dan sesama pendiri startup bisa memangkas tingkat stres Anda.

3. Tetap kesampingkan emosi. 

Menjalankan bisnis mirip permainan catur. Saat Anda lengah, lawan bisa melangkahi dan menumbangkan Anda. Karena itu penting agar manajemen startup Anda tetap stabil dengan tidak larut terlalu lama dalam emosi. Jika emosi kita mempengaruhi sukses tidaknya startup, itu artinya profesionalisme belum diterapkan dengan baik. Dengan berpikir jernih tanpa emosi, pembuatan berbagai keputusan akan lebih baik dan risiko menyesal di kemudian hari bisa ditekan.

4. Tetap lakukan kegemaran. 

Jangan lupakan hobi utama Anda. Olahraga membuat pikiran, mental dan fisik lebih sehat dan seimbang. Dan saat melakukan olahraga, fokuslah. Jangan berolahraga dengan otak yang tetap terpaku pada pekerjaan belum selesai. Nikmati saat santai yang tidak banyak secara penuh. Kalau perlu lupakan sejenak semua beban. Caranya? Matikan gawai (gadget) Anda dan fokus pada aktivitas saat ini.

5. Tetap berperilaku ‘gila’. 

Tetap bersikap waras bukanlah milik setiap orang. Namun, entrepreneur adalah pengecualian. Ingatlah bahwa dengan kegilaan yang masih terkendali, entrepreneur bisa terus menghasilkan visi-visi yang ‘gila’ karena berada di luar jangkauan pikiran kebanyakan orang. (bh/berbagai sumber)