5 Alasan Asyiknya Travelling di Musim Hujan

5 Alasan Asyiknya Travelling di Musim Hujan

Pelesir tentu akan menyenangkan bila cuaca cerah. Pergi ke pantai, gunung, perkebunan, dan tempat-tempat wisata lainnya. Namun pernahkah anda membayangkan bepergian ke berbagai destinasi di musim hujan? Tak sedikit buku panduan travelling yang terbawa mitos, bahwa para traveller harus menghindari musim hujan. Terutama saat merencanakan perjalanan ke Asia Tenggara. Meskipun akhir-akhir ini cuaca susah diprediksi musim hujan terjadi sekitar bulan Juli-Oktober.

Tapi, jangan biarkan rintiknya hujan membuat Anda batal pergi. Setidaknya, ada beberapa keuntungan travelling di musim seperti itu. Justru, berbagai kejutan yang menyenangkan bisa anda alami. Inilah 5 alasan mengapa musim hujan tak seharusnya menghalangi anda travelling ;

1.Turis yang datang sedikit

Musim hujan biasanya bertepatan dengan musim kunjungan liburan yang rendah pula. Harga-harga lebih rendah dan pemesanan berbagai  jasa menjadi lebih mudah. Di ViệtNam, misalnya, penerbangan bekerjasama dengan hotel dan restoran untuk menawarkan kampanye promosi diskon sebanyak 30 persen dibandingkan waktu musim panas.

2. Lansekap Lebih Hijau

Untuk para petualang dan pecinta alam, pemandangan benar-benar tampak bersinar dengan warna hijau terang. Sawah menjadi hidup, air terjun jatuh dengan aliran yang deras, dan hutan lebih subur daripada biasanya. Pemandangan areal pegunungan pulau Jawa maupun Bali bakal luar biasa. Jangan sampai ketinggalan, karena umumnya hanya ada satu kali masa tanam padi per tahun yang bertepatan dengan musim hujan. Petani biasanya mulai menanam padi pada bulan Mei dan panen pada bulan September.

3. Siklus budidaya padi terbaik

Mengunjungi Asia Tenggara selama musim hujan menyajikan keuntungan besar bagi anda yang suka budaya sawah. Di Jawa dan Bali, anda bisa menyaksikan dua waktu yang paling sibuk dari siklus budaya sawah ini: panen tanaman pertama dan persiapan untuk yang kedua. Dalam satu bulan, Anda mungkin melihat dua warna yang berbeda di beberapa petak sawah yang bersebelahan. Dari hijau menjadi kuning atau sebaliknya.

4. Hujan tidak tahan lama

Hujan di sini mungkin deras, tetapi seringkali agak pendek. Artinya, hanya berlangsung sekitar 30 menit atau lebih sedikit. Juga, mereka biasanya terjadi di sore hari. Ini memungkinkan Anda untuk merencanakan hari perjalanan dengan perkiraan yang cukup. Hujan yang deras juga membuat hari-hari terasa lebih sejuk, tapi karena Asia Tenggara memiliki suhu panas dan iklim tropis, praktis air akan menguap lebih cepat daripada di tempat lainnya.

5. Cocok untuk beristirahat

Hujan di sore hari atau malam hari adalah waktu yang tepat untuk bersantai atau tidur. Anda pun bisa mengunjungi mal, bioskop, atau restoran.

Ada lagi satu aturan umum yang bisa dijadikan acuan ketika musim hujan di Asia Tenggara. Semakin ke arah selatan lebih lanjut Anda pergi dan mendekat sampai ke Indonesia, semakin banyak musim hujan bertolakbelakang dari rumus bulan rawan hujan yang disebutkan sebelumnya. Cuaca Bali, misalnya, memiliki musim hujan umumnya dari Desember-Maret, dengan Juni-September menjadi musim kering dan sejuk.

Intinya, musim hujan menyajikan kesempatan besar bagi para pelancong untuk menjelajahi daerah wisata tropis. Payung mungkin berguna, tapi musim ini seharusnya tak menghalangi Anda berjemur di keajaiban Asia Tenggara!