40 SMK Mini Bakal Didirikan di Jatim

 

40 SMK Mini Bakal Didirikan di Jatim

Sebanyak 40 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini bakal didirikan  di Jatim. Kebaradaan SMS Mini tersebut akan disebar di beberapa daerah.

“Sesuai namanya, SMK Mini ini hanya akan menampung belasan murid dengan masa belajar hanya enam bulan. Kita sudah mendorong 40 SMK untuk mendirikan SMK Mini, kita berikan bantuan dana untuk merealisasikannya,” ujar Gubernur Jatim Soekarwo, Sabtu (24/5/2014).

Dia lalu menjelaskan, SMK Mini ini merupakan program pendidikan singkat dengan beberapa program studi (Prodi) yang telah ditentukan diantaranya prodi pengelasan, tataboga, perhotelan, mesin, perkapalan hingga teknik sipil.

“Prinsipnya, prodi yang disiapkan merupakan prodi yang diminta bursa kerja. Jadi pasar butuhnya apa, nanti SMK ini yang akan menyiapkannya,” ujarnya.

SMK Mini sendiri sebenarnya hampir sama dengan Balai Latihan Kerja, bedanya untuk SMK Mini ini hanya melatih murid yang masih usia sekolah. “Jadi mereka yang tak sekolah, kami harapkan bisa memanfaatkan SMK Mini untuk menambah keterampilan dan bisa diterima di dunia kerja,” kata dia.

Kendati berlabel SMK, tapi pelatihan yang akan diterima di SMK ini ini tidak menggunakan kurikulum nasional. Mereka hanya diajarkan satu bidang keahlian saja.

Keahlian ini-pun akan diajarkan oleh tenaga-tenaga expert yang berpengalaman di bidangnya. Untuk perhotelan misalnya, maka akan diambilkan pengajar dari hotel. Begitupun teknik perkapalan maka diambilkan dari teknisi kapal. Jawa Timur juga telah bekerjasama dengan pemerintah Malaysia untuk ikut menyalurkan lulusan SMK Mini di dunia kerja negara itu.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun mengungkapkan untuk tahap awal, SMK Mini hanya didirikan di beberapa pesantren yang telah memiliki SMK.

“Ini ide awalnya supaya santri bisa seluruhnya mendapat keterampilan di sekolah,” terang Harun.

Kata dia, beberapa pesantren yang kini telah memiliki SMK, tapi tak semua santri ternyata bersekolah. Karenanya, dengan SMK ini ini diharapkan santri yang tak sempat bersekolah bisa ditampung dan diberikan pelatihan keterampilan kerja.

Meski bernama SMK, tapi lulusan SMK Mini, tidak mendapatkan ijazah formal setara SMK. Mereka ini hanya akan mendapatkan ijazah sebagai tanda telah mengikuti pelatihan di SMK Mini.

Harun menuturkan, untuk merangsang pendirian SMK Mini ini, tiap pesantren diberikan dana hibah senilai Rp 250 juta untuk mempersiapkan aneka peralatan penunjang pendirian SMK ini. (ss/wh)