4 Tips Menghadapi Dilema Diet

4 Tips Menghadapi Dilema Diet

Tekad mengurangi berat badan atau diet biasanya tak sekuat godaan yang menghampiri. Di dalam benak, mungkin kita paham betul bahwa terlalu banyak mengonsumsi keju itu tak baik karena sedang diet. Tapi, pemahaman itu lenyap saat di depan mata mendadak muncul burger keju yang menarik perhatian. Pada akhirnya, konsisten menjalankan pola makan yang sehat menjadi kunci memperoleh berat badan yang diidamkan.

Kukuh dalam menerapkan pola makan sehat untuk diet ternyata tak cukup sekadar tahu soal proporsi protein dan karbohidrat yang ideal. Demikian diungkapkan pakar nutrisi, Lauren Slayton lewat laman Well+Good. “Kebanyakan orang pasti bakal bilang ‘Iya, saya tahu. Tapi saya tak melakukannya’. Atau berkilah, ‘Saya tahu, tapi ini akan menghalangi banyak kesenangan hidup’,” jelasnya.

Jika Anda termasuk sering berdiet, tentu Anda pernah menghadapi situasi-situasi yang mendatangkan dilema. Misalnya saja sudah makan tapi perut masih lapar, sulit menghindari makanan manis, dan masih banyak lagi. Menurut pakar nutrisi Lauren Slayton, penulis buku The Little Book of Thin, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar terhindar dari dilema dan diet yang dilakukan tetap lancar.

1. Lapar Menjelang Sore
Bagi sebagian besar orang, segala sesuatu berjalan biasa saja sampai tibalah pukul 4 sore. Sebab, godaan terbesar saat diet biasanya datang pada sore hari. “Pada waktu ini gula darah sudah turun dan kafein yang kita minum di pagi hari sudah hilang. Siang menjelang sore juga masa di mana kita mengantuk dan bosan. Karenanya keinginan untuk ngemil lebih tinggi,” kata Slayton.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, hindarilah pantry agar tidak semakin tergoda untuk membuat kopi atau ngemil. Jika Anda sering lapar di sore hari, siapkan camilan yang tak terlalu tinggi kalori. Misalnya salad buah, mengunyah permen karet, yogurt low fat, atau kacang-kacangan.

2. Teman-Teman Yang Hobi Makan
Memang tak mudah menghindari asupan kalori jika di kantor hampir selalu ada makanan yang berseliweran. Entah pizza dari teman yang berulang tahun, snack rapat yang manis, atau kiriman kue dari klien. Meski hari ini Anda sudah bisa konsisten tidak ikut mencicipi, namun bagaimana dengan esok atau lusa?

Slayton menyarankan, penuhi rasa penasaran Anda dengan mengambil sepotong kecil camilan tersebut. Satu atau dua gigitan tentu tak akan merusak program diet. Apabila Anda tak ingin asupan kalori berantakan, saat makan malam perbanyaklah sayur ketimbang karbohidrat.

3. Kepanikan Dapur Sepulang Bekerja
Pulang ke rumah setelah bekerja selama 10 jam dan tak punya perencanaan menu makan malam bisa membuat Anda kalap saat di meja makan. Apalagi jika Anda terbiasa untuk membeli makanan ketimbang masak.

Hal terbaik yang bisa dilakukan ialah menyiapkan menu makan selama seminggu. Persiapkan bahan-bahan di akhir pekan dan simpan di kulkas sehingga siap dimasak. Perbanyak makanan yang kaya serat dan mengenyangkan sesuai program diet anda. Misalnya oat, kacang merah, protein tanpa lemak, buah, dan sayuran lain.

4. Banyak Undangan Nongkrong
Undangan nongkrong atau pesta dapat menggagalkan diet. Tapi ini bukan berarti Anda harus tersiksa menahan selera makan. Saat berada di pesta, pilihlah buah-buahan dan dessert terlebih dulu. Setelah itu, minumlah segelas air putih, baru menuju stand makanan lainnya.

Untuk menu utama, ambilah dalam porsi kecil. Hindari pula makanan yang terlalu berlemak seperti kambing guling atau sate.(wh)