4 Pelaku Usaha PE Terpilih Ikut Telkom Craft Indonesia 2018 di JCC

4 Pelaku Usaha PE Terpilih Ikut Telkom Craft Indonesia 2018 di JCC

Para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang mengikuti Telkom Craft Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), 22-25 Maret 2018. foto::ist

Empat pelaku usaha Pahlawan Ekonomi (PE) terpilih mengikuti Telkom Craft Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), 22-25 Maret 2018. Mereka adalah Dahliana (owner Ina Pie Susu), Umi Kulsum (owner Eden Bakery), Siti Nurhayati (owner Pia Ireng), dan Siti Mahrifa (owner Wilis N Verda Craft).

Dahliana, owner Ina Pie Susu, mengaku senang mengikuti event bergengsi ini.  Pasalnya, ia dan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi lainnya mendapatkan banyak pengalaman baru.

“Kami mengikuti berbagai macam acara. Di antaranya pameran pelaku usaha yang diadakan PT Telkom. Selain itu, kami juga di beri berbagai materi seminar tentang kewirausahaan dan pemahaman terkait transaksi berbasis digital oleh para pembicara yang kompeten,” ungkap dia, Sabtu (24/3/2018).

Dahliana lalu mengatakan, meski baru tiga hari di Jakarta, banyak ilmu yang dia dapat. Kata dia, acara tersebut juga berguna untuk menjajaki seberapa besar minat pasar pada produk yang ditawarkan.

“Dalam acara ini, rata-rata kami membawa 500 pack produk. Hingga hari kedua, Alhamdulillah, lebih dari dua per tiga produk kami sudah ludes terjual,” papar Dahliana.

Menurut dia, terkait materi seminar transaksi berbasis digital, ia dan para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi yang ikut mengaku mendapat ilmu baru. Salah satunya materi transaksi via e-money.

“Materi ini sangat berguna bagi kami. Mengingat saat ini kami para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi sedang menggenjot penjualan via dunia digital. Untuk itu, bekal materi transaksi via e-money ini sangat berguna bagi kami,” tegas dia, lantas tersenyum.

Dahlia juga menjelaskan terkait omzet yang dikumpulkan pada hari pertama acara Telkom Craft Indonesia 2018 pada 22 Maret 2018 lalu. Secara pribadi, ia mengaku jika pada hari pertama ia mampu mengumpulkan omzet kurang lebih senilai Rp 5 juta dari transaksi via cash money.

“Angka itu belum termasuk jumlah transaksi yang saya lakukan via e-money atau transaksi via uang digital yang saat ini banyak disosialisasikan,” terang dia lagi.

Ke depan, dia sangat berharap setelah pulang ke Surabaya dapat berbagi dan menularkan ilmu kepada para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi lainnya.

“Selain itu, saya sangat berharap pada tahun 2019 mendatang dapat terpilih lagi untuk ikut acara ini,” ucap Dahliana. (wh)