4.800 Ekor Benih Lobster Hasil Illegal Fishing Diselundupkan

4.800 Ekor Benih Lobster Hasil Illegal Fishing Diselundupkan

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menunjukkan benih lobster yang diselundupkan , Jumat (22/4/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Sedikitnya 4.800 ekor benih lobster yang akan dikirimkan ke Terminal Bungurasih Surabaya dari daerah Pangandaran Jawa Barat, digagalkan tim gabungan dari Balai Karantina dengan Subdit IV/ Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Dari pengungkapan kasus illegal fishing ini, petugas berhasil menangkap Santoso (39), warga Perum Citra Santoso Lakarsantri, Surabaya. “Tersangka kami tangkap dengan bukti dua box stereofoam yang berisi 4.800 ekor benih lobster. Penggunaan stereofoam untuk mengelabuhi detektor agar lolos pemeriksaan,” kata Kepala Subdit IV/Tindak Pidana Tertentu Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi I Putu Yuni, di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat, (22/4/2016).

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut mengungkapkan kronologi penangkapan ketika pada Senin, 18 April lalu, petugas Balai Karantina Kelas I Surabaya menerima informasi adanya pengiriman benih lobster dari Pangandaran, Jawa Barat, menuju Surabaya, melalui jalur darat.

Dari pengakuan tersangka, bisnis ilegal itu sudah dijalankan tersangka sejak lima tahun lalu. Setiap ekor, tersangka Santoso membanderol benih lobsternya Rp 40 ribu. Sebulan, ia bisa mengirim sampai empat kali. Dalam sebulan, tersangka bisa meraup untung sampai Rp 400 juta.

Santoso sendiri memasarkan dagangannya di daerah-daerah luar Jawa. Putu mengaku masih akan mendalami apakah juga dikirim ke luar negeri. Sebab, selain melalui jalur laut, tersangka terkadang mengirim melalui jalur udara. “Kami akan mengembangkan apakah tersangka juga mengirim ke luar negeri,” tutur dia.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka selain merusak sumber daya ikan dan lingkungan laut, juga tidak memiliki izin. “Perbuatan tersangka melanggar Pasal 86 dan Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan penjara 10 tahun dan denda Rp 2 miliar,” pungkasnya. (wh)