4.500 Dosis Disiapkan dalam Vaksinasi Merdeka Ponpes dan Rumah Ibadah

4.500 Dosis Disiapkan dalam Vaksinasi Merdeka Ponpes dan Rumah Ibadah

foto:humas pemkot surabaya

Vaksinasi merdeka Pondok Pesantren (Ponpes) dan Rumah Ibadah di Ponpes Sunan Kalijogo, Jalan Simokalangan 184, Surabaya. Vaksinasi itu digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan dipantau secara virtual oleh Presiden Jokowi Widodo.

Vaksinasi di Ponpes Sunan Kalijogo juga dihadiri langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Danlanud Muljono Kolonel Pnb Moh. Apon, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Anton Delianto.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Sementara di Kota Surabaya, pemerintah pusat memberikan 4.500 dosis vaksin Sinovac.

“Ini merupakan sinergi antara Polrestabes Surabaya, dan Staf Khusus Presiden RI yang terus membantu untuk menurunkan angka Covid-19 di Kota Surabaya. Hari ini pelaksanaannya serentak, ada di Masjid Agung, ada di gereja, ada di sini juga (Ponpes Sunan Kali Jaga). Total jumlah vaksinnya ada 4500,” kata Eri.

Dia memaparkan, berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per tanggal 4 September 2021, Kota Surabaya saat ini berada di level 2. Namun, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), Surabaya sebagai bagian dari wilayah aglomerasi Surabaya Raya masih berada pada level 3.

Ketua Yayasan Ponpes Sunan Kalijogo H. Nafi’ Mubarok mengatakan, total peserta yang mengikuti vaksinasi merdeka serentak di Ponpes Sunan Kalijogo sebanyak 500 orang. Dari jumlah tersebut, 250 orang merupakan santri yang masih menempuh pendidikan di Ponpes Sunan Kalijaga. Sisanya, vaksin tersebut diberikan kepada guru, alumni, dan warga yang tinggal di sekitar ponpes.

“Alhamdulillah, vaksinasi hari ini berjalan sesuai dengan harapan. Vaksinnya juga kita berikan ke warga sekitar. Kalau kita sudah vaksin tapi warga sekitar ponpes belum divaksin, kan kita belum bebas juga. Pastinya kita juga sangat mendukung program vaksinasi dari pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, vaksinasi untuk santri laki-laki dan perempuan dilakukan di ruang terpisah. Santri laki-laki divaksin di lantai satu. Sedangkan santri perempuan, divaksin di lantai dua. “Jadi, begitu masuk pintu gerbang langsung kita pisah. Sehingga, masuk lokasi langsung terpisah,” jelasnya. (wh)