36 Investor Asing Berminat Proyek MRT Surabaya

36 Investor Asing Berminat Proyek MRT Surabaya
Tri Rismaharini disela Market Sounding of Surabaya Monorel and Tram Investment Project di Hotel Majapahit.

Proyek Angkutan Massal Cepat (MRT) terus melaju. 60 investor diundang Pemkot Surabaya dalam Market Sounding of Surabaya Monorel and Tram Investment Project di Hotel Majapahit, Selasa (17/12/2013) malam. Dari 60 investor, 36 di antaranya investor asing.

Dalam forum Market Sounding untuk proyek MRT tersebut, para investor disambut langsung Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Risma membuka sambutan dengan menyebutkan laju pertumbuhan ekonomi Surabaya yang selalu meningkat.

“Sebelumnya di tahun 2012 sebesar 7,64 persen. Sementara per November 2013 ini saja sudah mencapai 7,5 persen,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Perekonomian yang baik ini membuat Surabaya mendapat urutan ke-9 kota dengan daya tarik investasi terbaik majalah Financial Times.

“Maka dari itu kami mengundang bapak-ibu sekalian untuk berinvestasi di sini,” tuturnya. Maka agar investasi terbuka, lanjut Risma, Pemkot melibatkan berbagai dinas untuk urusan teknis, Bappenas, Dinas Perhubungan, dan berbagai universitas ternama seperti ITS, ITB, UI, dan UGM.

Proyek MRT senilai Rp 8,6 trilliun tersebut rencananya akan memasuki tahap prakualifikasi pada Januari 2014. Kamis (18/12/2013), para investor asal Singapura, Korea Selatan, China, Malaysia, Spanyol, Thailand, dan Jepang itu untuk menyusuri rencana lokasi pembangunan MRT. Pemkot menargetkan, setidaknya empat bulan setelahnya sudah dapat menyusun prakualifikasi.(wh)