35 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan karena Curi Ikan

35 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan karena Curi Ikan
sumber foto: liputan6

Setelah sukses menenggelamkan sejumlah kapal ikan asing di perairan Ambon, Kepri dan di beberapa tempat lainnya, kini TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menenggelamkan 35  kapal ikan asing.

“Kapal kapal itu ditenggelamkan secara bersamaan di lima tempat, yakni di perairan Bitung Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VIII Manado Koarmatim 15 kapal, Ranai 17 kapal, Belawan 1 kapal, Tj. Balai Asahan 1 kapal, dan di Tj. Balai Karimun 1 kapal,” kata Letkol Maman Sulaeman, Kadispen Armatim.

Penenggelaman kapal ikan asing tersebut disaksikan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Asep Burhanudin, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, S.H, M.A.P, , Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Dan Lantamal) VIII Manado Laksamana Pertama TNI Sulaeman Bandjarnahor, SE, MSc, para pejabat Pemda beserta para pejabat TNI dan Polri di wilayah Bitung, Sulawesi Utara diatas KN. Singa Laut di perairan Bitung, Manado, Rabu (20/5/2015), yang lokasinya tidak jauh dari penenggelaman kapal tersebut.

Proses penenggelaman kapal diawali dengan peledakan oleh tim Satkopaska Koarmatim. Suara ledakan keras terdengar dari KN. Singa Laut yang ditumpangi Pangarmatim dan rombongan VVIP lainnya, disusul kobaran api dan kepulan asap membumbung tinggi  Beberapa menit kemudian, kapal ikan asing itu menghilang dari pandangan mata dan tenggelam ke dasar laut.

Semua kapal ikan asing tersebut telah mendapatkan penetapan dari pengadilan berupa persetujuan untuk dimusnahkan atau ditenggelamkan. Penenggelaman tersebut, merupakan bagian dari proses hukum yang berlaku di Indonesia khususnya dalam penegakan hukum di laut, karena telah melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia secara ilegal.

Tindakan pemusnahan Kapal Ikan Asing (KIA) dengan cara ditenggelamkan ini mendapatkan legitimasinya sesuai ketentuan Pasal 76 A Undang-Undang Perikanan Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan yang menyatakan, benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan ketua pengadilan negeri.

Dari sejumlah kapal ikan asing yang ditenggelamkan tersebut, 4 kapal diantaranya merupakan tangkapan KRI Slamet Riyadi (KRI SRI)-352, yakni: FB LB Vient-09 nahkoda Yoyong, pemilik Marchael Sea Ventures, FB Santo Tomas nahkoda Michael S Alberoa pemilik  Lagodas, FB San Jose  nahkoda Roky Mahenang pemilik Lagodas dan FB Santa Crus nahkoda Pricilio Panglinau pemilik Lagodas, semuanya dipergoki saat menangkap ikan tanpa dokumen yang sah di perairan Indonesia. (wh)