35 Biro Perjalanan Haji dan Umroh Jatim Bentuk Asosiasi

 

35 Biro Perjalanan Haji dan Umroh Jatim Bentuk Asosiasi

Sebanyak 35 pengusaha biro perjalanan haji dan umroh di Jatim siap membentuk asosiasi baru penyedia perjalanan haji dan umroh. Asosiasi ini guna menampung dan meningkatkan kualitas layanannya kepada setiap jamaah.

Direktur Isbir Tour & Travel Fauzi Mahendra, di Surabaya, berharap asosiasi ini tidak hanya menampung aspirasi calon jamaah. Tetapi juga memudahkan pemerintah mengoordinir jamaah yang hendak beribadah ke tanah suci.

“Dengan adanya asosiasi kami ingin mencari kesamaan kesepahaman. Ini bukan pure bisnis tapi bantu jamaah supaya perjalanan haji atau umroh mereka berjalan dengan baik dan dilaksanakan oleh penyelenggara perjalanan haji dan umroh yang memiliki izin,” kata Fauzi Mahendra, Jumat (7/11/2014).

Dia menambahkan, hingga saat ini di Jatim memiliki ratusan perusahaan biro perjalanan haji dan umroh yang sudah mempunyai izin usaha. Ironisnya, dari sekitar 300-an biro perjalanan haji dan umroh, hanya 44 yang sudah mengantongi izin dari pemerintah.

“Kendala umum yang dihadapi travel agent karena Kementerian Agama (Kemenag) memberlakukan keterbatasan saat memberikan izin penyelenggara haji. Akibatnya, ada salah satu perusahaan yang ingin mengurus perizinan harus menunggu hingga dua tahun kemudian,” lanjutnya.

Kewenangan Kemenag dalam hal ini untuk menentukan biro travel tersebut layak atau tidak mengantongi izin. Sedangkan perwakilan Kemenag di daerah sifatnya hanya menyeleksi perusahaan yang mengajukan izin.

Alasan lain segera dibentuknya asosiasi, untuk membenahi sistem layanan perjalanan haji dan umroh di Tanah Air. Penyebabnya, ada beberapa perusahaan perjalanan haji dan umroh hanya memberi janji manis kepada calon jamaah haji maupun umroh. Sementara banyak jamaah yang menerima pelayanan tidak sesuai dengan janji dari biro jasa.

Dampaknya, jasa layanan ibadah haji umroh ini masih menuai keluhan, terutama berkaitan dengan kualitas layanannya,” tegas pria kelahiran Bangkalan ini. Imbasnya banyak biro jasa yang turut kesulitan mengembangkan ekspansi usahanya.

“Di lain pihak, pembentukan asosiasi baru ini sudah mendapat dukungan dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia (Amphuri) Pusat dan pemerintah melalui Kakanwil Haji. Mereka meminta kami ikut membenahi layanan biro perjalanan haji dan umroh yang nakal,” katanya. (wh)