32 Desa di Jatim Tidak Teraliri Listrik

32 Desa di Jatim Tidak Teraliri Listrik
ilustrasi: bijaks.net

Warga Jawa Timur (Jatim) di daerah-daerah masih merana. Sebanyak 32 desa di Jatim dipastikan tidak teraliri listrik, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak bisa menyalurkan dana untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Diantara daerah-daerah yang belum teraliri listrik adalah, Sumenep, Bondowoso, dan Probolinggo. Dari 32 desa tersebut, ada sekitar 10.737.880 Rumah Tangga yang tidak bisa menikmati aliran listrik. Padahal, PLN Jatim mencatat kalau pasokan listrik untuk wilayah Jatim melimpah. Bahkan, PLN telah menjual listrik ke Jawa Barat (Jabar) dan Bali.

“Ini karena tidak ada jaringan listrik yang masuk ke desa-desa. Pemprov sebenarnya sudah siap untuk membantu,” kata Hasbi Mustabah, Kabid Energi dan Ketenaga Listrikan Dinas ESDM Jatim setelah acara Dialog Kelistrikan 2015 di Grand City, Surabaya kemarin.

Hasbi mengatakan, banyak kendala yang ditemukan pihaknya dalam membangun infrastruktur kelistrikan. Diantaranya, tidak ada jaringan listrik yang masuk. Kemudian, PLN menyatakan kekurangan dana untuk membangun infrastruktur.

PLN meminta bantuan kepada pemprov untuk mengucurkan dana pembangunan jaringan. Namun, pemprov tidak tidak bersedia mencairkan anggaran, meskipun sebenarnya anggaran sudah tersedia. Kondisi ini dipengaruhi dengan kebijakan pemerintah, dimana pemprov dilarang untuk mencairkan dana hiban untuk PLN.

“Kalau APBD boleh dihibahkan, kita akan bantu. Saya yakin tidak aka nada desa-desa yang tidak teraliri listrik,” ujarnya. Saat ini, pemprov sudah mengirimkan surat permintaan kepada Mendagri supaya pemprov bisa mengucurkan APBD untuk kebutuhan jaringan listrik masuk desa. Namun, surat yang telah dikirim ke Mendagri tanggal 8 Juli 2014 lalu belum mendapatkan tanggapan.

Padahal, daerah-daerah yang belum teraliri listrik sangat membutuhkannya. Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Distribusi Jatim, Suhatman membenarkan ada 32 desa yang belum teraliri listrik di Jatim.

Menurut dia, banyak factor yang menyebabkan PLN tidak mengaliri listrik ke daerah-daerah tersebut. Diantaranya, letak geografi daerah tersebut masuk pegunungan dan menyulistkan PLN untuk masuk. “Tidak ada kami kekurangan dana. Kami sudah mengalokasikan semua kebutuhan,” katanya.