3,04 Juta Penduduk Jatim Idap Diabetes Mellitus

3,04 Juta Penduduk Jatim Idap Diabetes Mellitus

Penyakit diabetes mellitus (DM) kini tidak hanya menyerang orang tua saja. Namun juga menyerang penduduk yang berusia dewasa, bahkan berusia muda. Dari jumlah 38 juta penduduk Jawa Timur, tercatat ada 3,04 juta yang menderita penyakit tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya dr Sony Wibisono Sp, PD, K-EMD, FINASM mengatakan trend penderita penyakit diabetes tidak hanya menyerang kalangan orang tua saja.

Namun penyakit tersebut dapat menyerang orang dewasa hingga yang berusia anak-anak. “Pasien yang saya tangani kini tidak hanya orang tua, bahkan yang berusia anak sudah terkena penyakit diabetes,” tegasnya.

Menurut dia, penyakit diabetes terkait erat dengan gaya hidup masyarakat yang bertempat tinggal di kota besar. Mereka yang mempunyai kesibukan tinggi membuat tidak bisa menjaga pola makan secara sehat. Kerja mereka yang berada di perkantoran lebih banyak menggunakan waktunya dengan duduk atau beraktifitas di depan komputer saja. Tubuh dan badan lainnya tidak dipakai untuk bergerak.

“Pola makan yang salah membuat tubuh lebih rentan terhadap diabetes ditandai dengan obesitas atau kelebihan berat badan yang menjadi salah satu penyebab diabetes. Bahkan beberapa kali saya pernah menemukan kasus diabetes pada anak usia 12 tahun,” ujarnya.

Kata dia, gaya hidup masyarakatnya yang terus berkembang, minimnya waktu untuk beraktivitas fisik atau olah raga, belum lagi banyaknya restoran atau tempat makanan yang menyajikan makanan enak dan berlemak. Dimana gaya hidup tersebut memicu obesitas yang menjadi sumber berbagai penyakit.

“Masyarakat di desa lebih teratur dan sehat karena menggunakan separuh hidupnya untuk bekerja di desa. Sewaktu ke sawah mereka tidak menggunakan alas kaki yang membuatnya lebih kebal terhadap penyakit,” bebernya berikan alasan.

Ia berharap agar masyarakat tidak melupakan olahraga. Dengan berolahraga maka proses pembakaran tubuh akan tetap terjaga.

“Tidak hanya olahraga. Kalau bisa banyak gerak dan jangan hanya duduk saja di kantor,” tandas dia. (wh)