30 Persen Pendapatan Orang Indonesia Habis untuk Bensin

30 Persen  Pendapatan  Orang Indonesia Habis  untuk Bensin
foto: blogspot

Carmudi, situs jual beli kendaraan online terdepan di Indonesia, meneliti harga BBM dan tingkat keterjangkauannya secara umum di 19 negara. Dalam hasil risetnya yang dikutip Senin (29/6/2015) menunjukkan, mayoritas penduduk Indonesia terpaksa mengeluarkan sekitar 30 persen dari penghasilan rata-rata per hari masyarakat untuk membeli satu liter bensin dengan harga premium saat ini Rp 7.400 dan harga Pertamax 92 Rp 9.300 per liter.

Di Sri Lanka satu liter bensin seharga Rp 12.800 atau USD 0,96, mencakup sekitar 45 persen dari penghasilan rata-rata per hari secara nasional. Harga BBM di Meksiko, produsen minyak terbesar ketujuh di dunia adalah Rp 12.250 atau USD 0,92, serupa dengan harga di beberapa negara di Asia seperti Vietnam, di mana satu liter dipatok dengan harga Rp 12.950 atau USD 0,97.

Terlepas dari harga yang berdekatan, penghasilan rata-rata per hari masyarakat di Meksiko hampir tiga kali lipat dibandingkan masyarakat di Vietnam. Hanya 7,8  persen dari penghasilan penduduk sehari di Meksiko yang dibutuhkan untuk membeli satu liter bensin, di mana di Vietnam seliter bensin setara dengan 25 persen dari penghasilan rata-rata sehari penduduknya

Beralih ke Afrika, tidak mengejutkan bila di Nigeria yang dikenal sebagai produsen minyak terbesar di benua tersebut, harga BBM di sana termasuk termurah diantara yang lain dengan harga Rp 6.150 atau USD 0,46 per liter, setara dengan 5,6 persen dari penghasilan rata-rata per hari penduduknya.

Harga BBM terlihat berbeda di negara-negara yang terletak di Afrika Timur yang memiliki penghasilan rata-rata lebih rendah. Di Rwanda, di mana satu liter bensin seharga Rp 15.600 atau USD 1,17, penghasilan mayoritas penduduk hanya senilai Rp 20.700 atau USD 1,55 per hari.

Ini berarti satu liter bensin di Rwanda setara dengan lebih dari 75 persen dari penghasilan rata-rata penduduknya, atau setara hampir penghasilan satu hari kerja penuh!

Hal ini sangat timpang bila dibandingkan dengan harga BBM di kawasan Timur Tengah yang kaya akan minyak. Harga BBM di sana sangat rendah, apalagi bila kita bandingkan dengan penghasilan rata-rata masyarakat per hari yang membuat kawasan ini bagaikan surga bagi para pecinta mobil dengan mesin berkapasitas besar.

Harga bensin di Arab Saudi sebagai negara dengan produksi minyak terbesar di OPEC, berkisar di harga Rp 2.000 atau USD 0,15 per liter, yang mana penghasilan rata-rata penduduk Arab Saudi per hari Rp 1,9 juta atau USD 143,6.

Harga bensin di Qatar sebagai negara produsen minyak terbesar ketiga di dunia, yaitu senilai Rp 3.450 atau USD 0,26 per liter, yang mana masyarakat Qatar berpenghasilan rata-rata per hari Rp 5,1 juta atau USD 382,6.

Sedangkan harga bensin di negara produsen minyak terbesar kedelapan di dunia Uni Emirat Arab adalah senilai Rp 6.280 atau USD 0,47 per liter,  dengan penghasilan masyarakat rata-rata per hari Rp 2,27 juta atau USD 170. (lp6)