30 Persen Nasabah Pegadaian Kaum Milenial

30 Persen Nasabah Pegadaian Kaum Milenial

Pegadaian telah bertransformasi. Dulu, pegadaian hanya bertindak sebagai lembaga penyedia jasa gadai. Namun saat ini, pegadaian telah berbenah diri dengan menjadi lembaga jasa keuangan yang dilengkapi dengan memanfaatan perkembangan teknologi.

“Pegadaian sendiri telah berusia 118 tahun. Perkembangannya, 30 persen nasabah pegadaian kaum milenial usia 20-35 tahun. Jadi tidak heran jika saat ini perputaran uang di pegadaian sudah Rp 50 triliun,” ungkap Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (1/11/2019).

Acara ini juga dihadiri Asisten Manager Mikro Pegadaian Area Surabaya I Suhardi dan Marketing Eksekutif Pegadaian Area Surabaya I Eka Candra.

Kata Kresnayana, konsep pegadaian butuh agunan. Namun jika dibandingkan mekanisme di Bank Indonesia dan perbankan lain, mekanisme ini jauh lebih sederhana dan tidak ribet. Kebanyakan para pengguna jasa atau mitra Pegadaian pelaku usaha kecil dan mikro.

“Rata-rata jumlah uang yang dipinjam di bawah Rp 5 juta. Saat ini perputaran uang Rp 17 ribu triliun setiap hari di Indonesia. Angka di bawah Rp 5 juta sangat kecil, namun pengguna jasa pegadaian butuh cepat dan tidak ingin ribet,” cetus pria yang dijuluki Bapak Statistika Indonesia itu.

Menurut Kresnayana, banyak pelaku usaha di berbagai sektor yang belum sesuai, layak atau ramah terhadap sistem kemitraan yang disediakan perbankan. Artinya, bisa jadi lembaga atau usaha tersebut belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan perbankan. Di sini pegadaian bisa mengambil peran.

“Terutama menjelang akhir tahun, pegadaian dapat menjadi solusi perusahaan butuh uang cash. Kedua, ada perusahaan yang ikut dan bermitra dengan pegadaian karena perusahaan tersebut butuh mengejar target,” tutur dia.

Ada 30 persen tingkat literasi masyarakat yang belum tinggi. Di sisi lain, ada pembiayaan di bidang-bidang pekerjaan baru yang belum tersentuh lembaga keuangan. Supaya memudahkan dan menjamin lembaga jasa keuangan ini tidak dibohongi, harus ada semacam kurator yang dapat merekomendasikan kepada lembaga jasa keuangan. Sehingga lembaga jasa keuangan merasa terjamin dan aman terhadap pelaku usaha peminjam atau yang bermitra.

“Nah, pegadaian ini punya prospek cerah . Dengan dapat masuk ke market anak muda, pegadaian dapat mengembangkan transaksi dan jasa keuangan,” paparnya. (wh)