3 BUMN Bangun Kawasan Industri di Banyuwangi

3 BUMN  Bangun Kawasan Industri di Banyuwangi

 

Tiga badan usaha milik negara masing-masing PT Perkebunan Nusantara XII (Persero), PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut melakukan sinergi dalam pembangunan kawasan industri di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Penandatanganan nota kesepahaman ketiga BUMN dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang disaksikan Menteri BUMN Dahlan Iskan dilakukan di Banyuwangi.

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama PTPN XII Irwan Basri, Direktur Utama PT SIER Rudhy Wisaksono, Direktur Keuangan Pelindo III Wahyu Suparyono, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Nota kesepahaman itu berisi kesepakatan untuk pembangunan “Kampe Industrial Estate Banyuwangi” (KIEB) yang terletak di kawasan Kampe, Kecamatan Wongsorejo.

PTPN XII (Persero) adalah pemilik lahan hak guna usaha yang akan dijadikan kawasan industri, kemudian PT SIER dilibatkan dalam pembangunan dan pengelolaan, karena selama ini sudah berhasil mengembangkan kawasan industri di Surabaya.

Adapun PT Pelindo III dilibatkan untuk membangun sinergi arus distribusi dan mobilisasi bahan baku serta produksi dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.

Ketiga BUMN itu akan mengadakan kerja sama pembangunan dan pengelolaan KIEB di sebagian lahan HGU milik PTPN XII, tepatnya di Perkebunan Pasewaran dengan luas mencapai 718 hektare, yang tersebar di Afdeling Kampe seluas 130,64 hektare, Afdeling Sidomulyo 503 hektare, dan Afdeling Secang 85 hektare.

Dirut PTPN XII Irwan Basri mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan melakukan pemetaan kawasan yang tujuannya untuk mensinkronkan dengan rencana induk Pemkab Banyuwangi.

Sebelumnya, PTPN XII telah melakukan studi kelayakan dengan konsultan PT Indah Karya untuk mengkaji kawasan mana yang layak dijadikan kawasan industri.

“Kami juga berkonsultasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITS Surabaya sebagai penyusun masterplan Kabupaten Banyuwangi,” tuturnya.

Irwan menargetkan seluruh kajian pemetaan kawasan akan tuntas pada April 2014. “Tahun ini pun kalau memang sudah ada industri yang masuk, kami sudah siap,” ucapnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan optimistis KIEB akan berkembang pesat dan menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa.

Dahlan mencontohkan peluang relokasi industri cokelat ke Banyuwangi, mengingat kabupaten di timur Pulau Jawa ini mempunyai sumber bahan baku kakao yang melimpah dengan luas lahan kakao mencapai sekitar 5.000 hektare.

“Saya yakin BUMN bisa berkontribusi untuk menggerakkan ekonomi di timur Pulau Jawa. Seperti pabrik pengolahan cokelat, akan saya rekomendasikan untuk masuk ke Banyuwangi, karena dekat dengan bahan baku sehingga lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap industri yang berkembang di daerahnya adalah yang industri berbasis sektor pertanian, sehingga terdapat nilai tambah pada sektor primer.

“Kami ingin industrialisasi tidak tercerabut dari potensi lokal di Banyuwangi dan sekitarnya, karena industri modern berbasis pertanian menjadi salah satu yang akan kami prioritaskan,” kata Anas.

Selain pabrik pengolahan kakao yang sudah direkomendasikan Menteri BUMN, bupati juga mendorong pabrik minuman yang bahan bakunya bisa mengambil dari jeruk lokal atau air kelapa dalam kemasan. (atr/ram)