3.641 Pelaku Usaha Ditarget Bisa Ekspor pada 2018

3.641 Pelaku Usaha Ditarget Bisa Ekspor pada 2018

Kepala Balai Pelatihan Ekspor Kementrian Perdagangan RI Iriana Ryacudu memberikan keterangan pers di sela acara Surabaya SMEs Go Digital And International di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (7/3/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Balai Pelatihan Ekspor Kementerian Perdagangan RI menargetkan 3.641 pelaku usaha dapat mengikuti pelatihan dan naik kelas hingga produknya layak untuk diekspor pada 2018.

Hal tersebut disampaikan Iriana Ryacudu, Kepala Balai Pelatihan Ekspor Kementrian Perdagangan RI, dalam acara Surabaya SMEs Go Digital And International di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (7/3/2018).

Menurut dia, target peserta 3.641 orang tersebut nantinya akan terbagi menjadi 127 angkatan. Terkait format pelatihan, ia menuturkan, jika pelatihan yang digelar oleh Balai Pelatihan Ekspor Kementrian Perdagangan RI ini digelar selama 7 hari.

“Dalam pelatihan tersebut, kami akan memberikan pembekalan kepada para pelaku usaha bagaimana cara meningkatkan kualitas produk hingga layak ekspor. Di antaranya memberikan pembekalan perizinan ekspor, syarat dan ketentuan yang termasuk di dalamnya adalah kualitas produk dan lain sebagainya,” terang dia

Selain itu, kata Iriana, dalam pelatihan itu, pihaknya juga mencoba untuk berbagi ilmu analisis terkait mengenal kelebihan produk yang ditawarkan dengan tantangan pasar luar negeri.

“Prinsipnya hampir sama dengan analisis SWOT, atau metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman hal negatif dalam suatu kegiatan usaha,” tegas Iriana.

Untuk mensukseskan program tersebut pihaknya memiliki beberapa jurus jitu. Diantaranya dengan menggandeng seluruh stake holder dan berbagai pihak. Diantaranya adalah PPK Sampoerna, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota yang di antaranya Kota Surabaya.

Sampai saat ini, sambung Iriana, yang menjadi kendala dari para pelaku usaha untuk menyasar pasar ekspor adalah kepercayaan diri. “Kebanyakan dari mereka menganggap jika proses kegiatan ekspor itu ribet. Namun, dalam pelatihan tersebut, kami ingin menekankan kepada para pelaku usaha jika proses kegiatan ekspor itu sama dengan kegiatan jual beli pada umumnya, hanya saja, pelanggan kita adalah mereka yang ada di luar negeri,” papar dia. (wh)