28.500 CJH Bakal Berangkat lewat Asrama Haji Sukolilo

28.500 CJH Bakal Berangkat lewat Asrama Haji Sukolilo
Foto: umar alif/enciety.co

Sebanyak 28.500 calon jamaah haji (CJH)  yang meliputi Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Bali akan diberangkatkan dari Asrama Haji Sukolilo yang dibagi menjadi 64 kloter. Total jamaah haji yang sudah dipastikan berangkat sekitar 27.323 orang dan sisa kuota 1.177 orang berasal dari jamaah cadangan.

Untuk per kloter pada embarkasi Surabaya akan diisi 450 orang, yang terdiri dari 445 jamaah haji, 1 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) atau ketua kloter, 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), 1 orang dokter dan 2 orang paramedis.

Untuk TPHI dan TPIHI ditentukan dari Kemenag yang masing-masing orangnya berasal dari daerah serta Perguruan Tinggi Islam seperti UIN dan STAIN. Sedangkan untuk dokter dan paramedis ditentukan oleh Kemenkes

Kepala bidang (Kabid) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Kantor Wilayah (Kemenang Kanwil) Jawa Timur HM Sakur mengatakan kuota tersebut telah ditetapkan.

“Persiapan menyambut calon jamaah haji telah kami (Kemenag Kanwil Jawa Timur red) persiapkan. Seperti persiapan di asrama haji telah kami selesaikan,” tegas HM Sakur kepada wartawan, Rabu (29/7/2015).

Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi bagi para calon jamaah haji, persiapan pihak catering, pihak Kemenag Kanwil Jatim sendiri masih melakukan tahap penilaian masing-masing vendor. “Kami belum putuskan memakai jasa catering yang mana dulu. Minggu depan semuanya akan selesai,” ujarnya.

Hingga kini, kesiapan asrama haji telah dilakukan penataan dan kebersihannya dijaga. Menurutnya, langksh ini dilakukan karena tidak ingin pasien gagal berangkat karena terkena penyakit saat berada asrama haji.

HM Sakur juga berharap kepada pasien untuk menjaga kesehatannya dari sekarang. Sebab, ketika di asrama haji nanti, akan ada pemeriksaan-pemeriksaan yang akan dilakukan pihak Kemenag.

“Bila calon jamaah haji terdeteksi mengalami penyakit yang ringan, akan diperbolehkan. Namun, jika diperiksa diketahui mengidap penyakit kronis, maka sudah pasti jamaah haji yang bersangkutan tidak diperkenankan berangkat,” papar dia. (wh)