27 Negara Jajaki Investasi di Jatim

 

27 Negara Jajaki Investasi di Jatim

Sebanyak 27 negara mengikuti pameran manufaktur yang digelat Pemprov Jatim di Convention Hall Grand City, Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provonsi Jatim itu dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (11/6/2014) sampai Sabtu (14/6/2014) mendatang.

Asisten II Pemprov Jatim Hadi Prasetyo mengatakan, ajang ini memiliki manfaat yang cukup besar bagi Jatim. Terutama untuk menggaet investor asing yang hendak menanamkan modalnya.

Hadi menegaskan dalam ajang ini tidak hanya memamerkan produknya saja. ”Kita sudah berbicara dengan beberapa industri, untuk menanaman investasinya di sini, karena Jawa Timur saat ini menjadi patokan dan jujugan industri,” ungkapnya.

Iklim investasi di Jatim bagi Hadi Prasetyo cukup memadai, baik dari sisi lokasi maupun sumber tenaga kerjanya. Selain itu juga bahan baku yang dimiliki cukup tersedia. Meskipun Jatim sendiri maih mengekspor bahan industri sebesar 83 persen, sisanya bahan konsumsi.

”Saya kira konten lokal harus ditingkatkan dan kita sudah memilikinya,” tegas pria yang juga pengusaha restauran itu.

Dia menambahkan, telah berupaya merayu kalangan industri asing agar berinvestasi. Minimal konten lokal diperbanyak untuk diproduksi di Jatim.

Hadi mencontohkan beberapa industri seperti traktor buatan Jepang diuapayakan diproduksi di Indonesia dengan konten lokal minimal 20 persen. Pun dengan grinda yang selama ini buatan Taiwan diharapkan bisa diproduksi dengan menggunakan pasir kuarsa asal Jatim.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Budi Setiawan tentang konten lokal dan iklim investasi di Jatim. Saat ini di Jatim industri pengolahan sangat dominan dengan kekuatan 25,5 persen.

“Iklim industri di Jatim sendiri memiliki keterkaitan dengan mesin-meisn yang dipamerkan saat ini. Bila mesin ini memiliki efisiensi bisa mendorong perkonomian dai pertumbuhan 6,8 persen menjadi 7 atau 7,5 persen pada triwulan kedua nanti,” urai Budi.(wh)