26 PSK Sememi Terjaring Razia

 

26 PSK Sememi Terjaring Razia

Pemerintah Kota Surabaya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, pada Sabtu (31/5/201) lalu menggelar operasi yustisi di bekas lokalisasi Moro Seneng, Sememi. Dari operasi tersebut, ditemukan 26 Pekerja Seks Komersial (PSK) di Wisma Srikandi dan Wisma Sriwijaya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto menegaskan pihaknya tetap melakukan pengawasan rutin terhadap bekas lokalisasi di Surabaya yang sudah dialih fungsikan. Sebagai institusi penegak Peraturan Daerah (Perda), razia tersebut dilakukan untuk memastikan tak ada lagi aktivitas prostitusi.

“Kan di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 1999 sudah dinyatakan larangan menggunakan bangunan dan tempat untuk perbuatan asusila serta pemikatan untuk melakukan perbuatan asusila di Surabaya,” ujarnya di Balai Kota, Selasa (3/5/2014).

Irvan mengaku memiliki banyak strategi untuk mengawasi dan menertibkan kegiatan bangunan bekas lokalisasi yang sudah dialihfungsikan itu. “Caranya dengan melibatkan Satpol PP atau linmas di masing-masing kecamatan,” sebutnya. Selama ini, mereka yang menjadi ujung tombak karena cakupan luas wilayah Surabaya. Seperti pada razia di Sememi. “Bila ternyata masih ada praktek, berarti jelas melanggar Perda,” imbuhnya.

Selain itu, operasi terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pun dilakukan setiap minggu. Satpol PP, lanjut Irvan, menyisir jalan-jalan ataupun di pinggiran sungai. “Malam minggu kita juga menyisir ke berbagai tempat yang terkait Rumah Hiburan Umum (RHU) di mana kami masuk sebagai anggota bersama Disbupdar. Itu yang bisa kita lakukan,” jelas mantan Kabag Pemerintahan Kota Surabaya ini.(wh)