258 Obat dan Kosmetik Ilegal Disita BBPOM

258 Obat dan Kosmetik Ilegal Disita BBPOM

Obat dan komestik yang disita Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Surabaya, Jumat (30/9/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Sebanyak 258 item obat dan kosmetik tanpa izin edar alias ilegal dengan nilai Rp 43 juta disita oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya selama bulan September 2016 ini.

Kepala BBPOM, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, produk obat dan makanan ilegal yang disita tersebut didapatkan dari Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Kediri setelah pihaknya melakukan penyelidikan berkat laporan dari masyarakat.

“Ada laporan dari masyarakat yang mengeluhkan usai minum obat ada efek samping. Setelah diselidiki  kami menemukan jamu tradisional yang tidak memiliki izin edar ini. Dalam penindakan kami kerjasama dengan reserse Narkoba Polda Jatim dan Korwas PPNS Polda Jatim,” kata I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, Jumat (30/9/2016).

Selain produk kosmetik ilegal, jumlah 258 item juga diwarnai obat keras (10.403 kemasan), obat tanpa izin edar (1.351 kemasan), pangan tanpa izin edar (360 kemasan). Juga diamankan sebuah sarana mobil pengangkut obat tradisional tanpa izin edar, bahan baku obat tradisional (74.450 lembar), kemasan obat tradisional tanpa izin edar (3.314 lembar), dan alat produksi obat tanpa izin edar (22 buah).

Bagus meminta agar masyarakat untuk melaporkan dan mengawasi produsen dan peredaran obat dan jamu yang tidak memiliki izin.

Dari data yang diberikan, tahun 2015 lalu, pihaknya memusnahkan 5,3 miliar produk obat, kosmetik dan makanan ilegal. Untuk tahun  2016, temuan selama Januari sampai periode Agustus bisa mencapai 8 miliar, dan akan dimusnahkan pertengahan atau akhir Oktober nanti.

Di tempat sama, Kepala Seksi Penyidikan Siti Amanah mengatakan dari hasil lidik untuk di Kediri ada satu perusahaan yang masih berjalan hingga saat ini.

“Mereka memproduksi jamu tradisional ilegal sejak tahun 2009. Selain obat tradisional, obat keras dan kosmetik juga ditemukan obat terapetik, yaitu antibiotik sebanyak dua sampai empat boks,” katanya. (wh)

258 Obat dan Kosmetik Ilegal Disita BBPOM