250 Pelaku Usaha Siap Hebohkan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial

250 Pelaku Usaha Siap Hebohkan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial

Teguh Andoria, Wiwit manfaati, Adi Chandra saat TM Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spedia di Kaza City Mall, Selasa (13/11/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

250 pelaku usaha yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya mengikuti technical meeting (TM) di Kaza City Mall, Selasa (13/11/2018). Kegiatan ini diadakan untuk persiapan acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial Awarding Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya 2018 pada Minggu (18/11/2018) mendatang.

Teguh Andoria, Fasilitator Pahlawan Ekonomi, menjelaskan dari 250 pelaku usaha tersebut, 130 pelaku usaha tergabung di cluster culinary business dan home Industry. Sisanya, 120 pelaku usaha yang tergabung di cluster creative Industry.

“Secara rinci, 130 usaha tersebut memproduksi makanan. Sisanya adalah mereka yang bergerak dalam bidang handicraft,” kata dia.

Untuk TM culinary business dan home Industry dipandu Herman Basuki dan Lukman Hakim dari SHS. Untuk TM cluster creative Industry dipandu Wiwit Manfaati (owner Witrove).

Teguh lalu menjelaskan detail acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial. Di mana ada 97 tenda yang berukuran 13×3 meter yang akan dipasang di sepanjang Jalan Tunjungan ,Surabaya. Tiap tenda dapat menampung 8-10 pelaku usaha.

“Konsepnya memang Festival. Namun agar lebih meriah, untuk setiap tenda kami bebaskan para pelaku usaha untuk menentukan konsep detail terkait dekorasi yang akan digunakan. Konsep untuk tiap tenda ini kita sebut dengan konsep island. Harapannya, tiap tenda punya performance unik yang dapat memikat pembeli,” kupasnya.

250 Pelaku Usaha Siap Hebohkan Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial
foto:arya wiraraja/enciety.co

Untuk memudahkan, jelas Teguh, jika pihaknya memplot satu pelaku usaha sebagai koordinator tenda. Hal ini dilakukan supaya dalam pelaksanaan hari H panitia dapat secara konsisten mengawasi dan mengatur kebutuhan tiap tenda.

“Pada hari H nanti dipatikan tiap tenda punya kebutuhannya masing-masing. Lewat cara ini kita ingin mereka saling bergotong royong mencukupi kebutuhan tendanya masing-masing. Entah itu pasokan listrik maupun peralatan peraga yang digunakan,” paparnya.

Menurut Teguh, lima hari menjelang acara pelaksaan ini diharapkan para pelaku usaha lebih berkonsentrasi dalam hal produksi. Karena, dalam acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Edisi Spesial nanti, pengunjung tidak hanya dari Surabaya, tapi juga dari segala penjuru daerah dan ada tamu dari yang luar negeri.

“Intinya fokus berjualan dengan menggunakan konsep gotong-royong,” pungkasnya. (wh)