25 Bank Eropa Tidak Sehat

25 Bank Eropa Tidak Sehat
foto:Bank Sentral Eropa/AFP

25 bank di wilayah Eropa telah gagal dalam tes kesehatan. Selain itu, lebih dari 10 bank tersebut terus kekurangan permodalan. Mengutip Reuters, Minggu (26/10/2014), pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa menemukan bahwa beberapa bank di Yunani, Siprus, Slovenia dan Portugal telah melewati batas bawah permodalan minimum yang telah ditetapkan oleh Bank Sentral Eropa.

Menurut sumber Reuters, bank-bank tersebut telah melewati batas bawah modal minimum pada tahun lalu dan kemungkinan besar akan bernasib sama selama 10 tahun ke depan jika tidak melakukan pembenahan.

Bank-bank yang mempunyai modal mini tersebut diberikan waktu oleh Bank Sentral Eropa untuk menyerahkan rencana bisnis yang berisikan mengenai langkah-langkah yang akan mereka lakukan untuk meningkatkan modal. Setelah itu, Bank Sentral Eropa akan memutuskan apakah rencana bisnis tersebut bisa dilakukan atau tidak dan kemudian bank tersebut akan mendapat izin untuk terus melanjutkan bisnisnya.

Seorang juru bicara dari Bank Sentral Eropa mengatakan, analisis mengenai kesehatan bank-bank di Eropa belum selesai. Hal tersebut untuk menampik informasi dari sumber Reuters tersebut.  “Hasil yang ada tidak final sampai pemeriksaan dinyatakan selesai oleh Bank Sentral Eropa pada 26 Oktober, dan kemudian dipublikasikan,” jelas juru bicara Bank Sentral Eropa.

Menteri Keuangan Portugal, Luis Albuquerque mengatakan, Pemerintah Lisbon yakin bahwa tiga bank besar yang ada di Portugal mempunyai hasil yang bagus dalam Pemeriksaan tersebut.  Menteri Keuangan Austria, Hans Joerg, Schelling mengatakan, hasil stress test dari Volksbanken AG menunjukkan tidak ada hal yang mengejutkan sehingga kemungkinan besar bank tersebut lolos.

Co-Chief Executive Deutsche Bank, Juergen Fitschen mengatakan, hasil pemeriksaan internal bank memperlihatkan bahwa Deutsche Bank masih dalam keadaan sehat. (lp6/ram)