25 Bangkai Kapal di Tanjung Perak Belum Terangkat

25 Bangkai Kapal di Tanjung Perak Belum Terangkat

 

Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak mengungkapkan ada 25 unit bangkai kapal di dasar lautan Tanjung Perak yang belum terangkat. Hal itu diungkapkan Marzuki, Kepala Bidang Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Senin (3/3/2014).

“Padahal bangkai kapal bisa diakui oleh pemerintah, bila tidak diurus oleh pemilik hingga rentang waktu 180 hari,” kata Marzuki.

Ia lalu menyebutkan tidak banyak bangkai kapal didasar laut. Tetapi bangkai kapal Alpine yang tenggelam pada 12 Desember 2012. Kapal Alpine hingga saat ini belum ada kejelasan waktu pengangkatannya. “Ada beberapa lika-liku yang harus kita taati berdasrkan undang-undang pelayaran, tentang lelang atau penguasaan kapal,” katanya.

Marzuki menyebut kapal yang tenggelam dan tidak diurus akan menjadi hak negara dalam tempo 180 hari bila tidak diurus. Dalam hal ini perwakilan adalah Kantor Kesyahbandaran Utamaa yang berhak mengajukan akuisisi ke pengadilan negeri.

Hal ini juga diikuti oleh pengumuman melalui media bila kapal tersebut sudah menjadi hak negera. “Apakah nanti dilelang atau dijual, dan uangnya menjadi milik negara,” tegasnya. Selanjutnya pengadilan akan menetapkan kapal tersebut sebagai milik negara.

Marzuki mengakui belum mengajukan ke pengadilan untuk mengumumkan kapal yang sudah menjadi hak negara. Salah satunnya adalah kapal Alpine yang sudah tenggelam sejak 12 Desember 2012 silam.

Dalam setahun terakhir ini memang tidak banyak kapal yang tenggelam di perairan Tanjung Perak. Mayoritas kapal tenggelam diluar hukum perairan Tanjung Perak, seperti di wilayah Gresik, Bangkalan, dan di laut lepas.

 “Saya kira itu tidak mengganggu alur. Karena bangkai kapal itu beberapa meter dari alur pelayaran dan tidak mengganggu,” tegasnya serayamenyebut bila beberapa bangkai kapal itu sudah dipasang rambu-rambu.(wh)