25 Anggota Ditilang dalam Operasi Simpatik Semeru 2015

25 Anggota Ditilang dalam Operasi Simpatik Semeru 2015
Salah seoarang anggota kepolisian diperiksa kelengkapan dalam Operasi Simpatik Semeru 2015. Foto:suarasurabaya.net

Polda Jatim terus gencar menggelar Operasi Simpatik Semeru 2015 di lingkungan internal. Ini dilakukan dengan penertiban dan penegakan disiplin pada anggota kepolisian. Memasuki hari ke delapan, sebanyak 25 anggota melanggar peraturan lalulintas, dan harus berurusan dengan provost.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Polda Jatim AKBP Andrey Julius Willem Manuputty mengatakan, operasi simpatik selama dua minggu saat ini masih mengedepankan di lingkungan internal. Hal itu dilakukan untuk menunjukan pada masyarakat, jika ada anggota yang melanggar akan ditindak.

“Memasuki hari kedelapan dalam Operasi Simpatik Semeru 2015 ini sudah 25 anggota yang kena tindakan karena melanggar,” kata AKBP Andrey Julius Willem Manuputty seperti dikutik enciety.co dari suarasurabaya.net, Rabu. (8/4/2015).

Dia menjelaskan, operasi yang pertama digelar lingkungan internal Polda Jatim, pada Kamis (2/4/2015) mendapatkan 20 anggota yang melanggar. Di operasi simpatik semeru 2015 yang kedua pada Rabu (8/4/2015) juga ada lima anggota melanggar.

Sebagai sanksinya, anggota yang melanggar kemudian diserahkan pada anggota Provos. “Rata-rata pelanggarannya adalah Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB). Dimana STNKB yang mati itu belum bayar pajak, kemudian SIM,” papar dia.

Dia mengungkapkan, setelah menggelar operasi simpatik di lingkungan internal, baru dilakukan operasi di external dengan melakukan tindakan sanksi tilang.

“Operasi simpatik semeru 2015 ini dilakukan mulai 1 April hingga 21 April. Untuk dua pekan sosialisasi, setelah itu satu minggunya dilakukan penindakan sanksi tilang,” pungkas dia. (wh)