240 Pelaku UMKM Ramaikan Awarding PE 2014

240 Pelaku UMKM Ramaikan Awarding PE 2014
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berkeliling di 240 stan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengan (UMKM) saat melaksanakan Awarding Pahlawan Ekonomi 2014 di Taman Surya Surabaya, Minggu (21/12/2014). avit hidayat/enciety.co

Sedikitnya 240 stan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Surabaya memadati Taman Surya (Balai Kota Surabaya) saat mengikuti Awarding Pahlawan Ekonomi (PE) 2014, Minggu (21/12/2014). Awarding yang dilakukan bertepatan sebagai peringatan Hari Ibu tersebut semakin semarak dengan datangnya ribuan warga Surabaya untuk berbelanja.

Sejak pukul 07.00 , kawasan depan Balai Kota tampak megah. Panggung seluas 15 kali 10 meter pun menjulang menutupi pintu masuk Balai Kota Surabaya. Di depannya ratusan ibu-ibu sudah tampak riuh dengan beradu lomba goyang morena sebagai pembukaan acara.

Di Taman Surya sendiri, ratusan UMKM sudah berjejer rapi dengan memamerkan berbagai jenis produk jualannya. Dipayungi terop warna merah-putih dan diiringi musik hip-hop dari group musik lokal, Monyong pelaku UMKM tampak semangat.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat membuka kegiatan yang berlangsung hingga tengah hari ini memberikan spirit semangat kepada ibu-ibu Surabaya. Menurutnya, meski hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, tapi perempuan Surabaya harus ikut berperan aktif dalam menghidupkan perekonomian keluarga.

Caranya dengan mengikuti Pahlawan Ekonomi yang khusus diciptakan untuk menempa ibu rumah tangga agar bisa semakin kreatif dan menjadi pengusaha. Sedangkan untuk ibu-ibu yang selama ini telah aktif terlibat dalam Pahlawan Ekonomi, diajak untuk lebih meningkatkan kualitas produknya.

Dikatakan Risma, tantangan ke depan akan semakin berat seiring diberlakukannya era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di mana negara-negara lain di Asia Tenggara bisa masuk ke Indonesia tanpa halangan. Menurutnya situasi itu harus disikapi ibu-ibu di Surabaya dengan ikut berperan aktif sebagai penggerak roda ekonomi keluarga.

“Surabaya ini warganya tiga juta lebih. Semuanya butuh makan, butuh sepatu, butuh jilbab. Itu peluang yang harus diambil. Makanya kita buat sendiri (Pahlawan Ekonomi). Kalau kita bergantung orang lain, itu namanya kita dijajah. Kita harus jadi pemenang di kota sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya Hadi Mulyono mengatakan agenda Awarding Pahlawan Ekonomi ini dilakukan untuk memberi apresiasi dan penghargaan kepada para pejuang ekonomi keluarga, yakni para ibu-ibu di Surabaya yang sudah ikut bergabung di Pahlawan Ekonomi.

“Kami ini kerjasama antara tiga SKPD. Mulai dari Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya, Bapemas Surabaya, dan Dinas Perdagangan Surabaya. Hasilnya dari tahun ke tahun jumlah ibu-ibu yang masuk Pahlawan Ekonomi semakin meningkat,” jelasnya. (wh)