23 Tim PKM ITS Melaju ke Pimnas ke-32

23 Tim PKM ITS Melaju ke Pimnas ke-32

Ahmad Fauzan Adziima, foto: humas its surabaya

Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, akhirnya sebanyak 23 tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil dinyatakan lolos melaju ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32. Gelaran ini bakal digelar di Universitas Udayana, Bali selama lima hari mulai 27 Agustus mendatang.

Kegiatan Pimnas merupakan salah satu upaya dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menantang mahasiswa seluruh perguruan tinggi se-Indonesia dalam menciptakan berbagai kreativitasnya. Ada delapan kategori PKM yang dilombakan dalam ajang tahunan bergengsi di kalangan perguruan tinggi nasional ini.

Pimpinan Kontingen Pimnas ke-32 ITS, Ahmad Fauzan Adziima ST MSc mengakui bahwa jumlah PKM ITS yang berhasil lolos tahun ini jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2018 lalu, hanya terdapat 15 tim PKM ITS yang berhasil lolos ke Pimnas ke-31. Jumlah tim PKM ITS yang lolos kali ini sama dengan jumlah tim PKM IPB yang lolos.

Menurut dosen yang akrab disapa Fauzan ini, hasil yang diperoleh tersebut memang buah dari pembimbingan sejak awal kepada seluruh tim dari mulai penyusunan proposal sampai monitoring dan evaluasi (monev) dari Kemenristekdikti. “Angka tersebut juga telah memenuhi target awal, yaitu tidak sampai 20 tim yang lolos ke Pimnas,” ungkap Fauzan.

Awalnya, ITS telah mengirimkan 500-an proposal ke Kemenristekdikti. Namun, hanya terdapat 78 judul yang terdanai. Kemudian, pada akhirnya yang lolos ke pimnas hanya terdapat 18 tim yang terdanai dan lima tim dari PKM Gagasan Tulis (GT) dan Gagasan Futuristik Konstruktif (GFK) yang tidak membutuhkan dana.

PKM-GFK merupakan kategori baru yang diterapkan mulai Pimnas tahun ini. Hal tersebut menyesuaikan dengan adanya era milenial saat ini. Tidak jauh beda dengan PKM-GT, akan tetapi gagasan pada kategori baru tersebut harus divisualisasikan dalam bentuk video dan diunggah pada jejaring sosial.

Sementara itu, dari 18 tim yang berhasil terdanai terdiri dari dua tim dari PKM Kewirausahawan (K), dua Tim PKM Karsa Cipta (KC), 11 Tim PKM Penelitian Eksata (PE), dua Tim PKM Penelitian Sosiohumoniora (PSH), dan satu tim PKM Teknologi (T). Namun, pada PKM Pengabdian kepada Masyarakat (M) belum ada tim ITS yang berhasil lolos.

Menariknya, ITS juga merupakan perguruan tinggi yang berhasil lolos dengan jumlah tim PKM-PE terbanyak se-Indonesia pada Pimnas kali ini. Fauzan menjelaskan hal ini karena para mahasiswa ITS ternyata memiliki banyak sekali ide-ide gagasan penelitiannya. Selain itu, pengerjaan pada kategori ini juga tidak sesulit dengan lainnya. “Hanya membutuhkan analisa dan data yang betul saja,” tuturnya.

Dosen Departemen Teknik Instrumentasi tersebut menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari program pengembangan keilmiahan dari ITS. Sejak awal masuk, seluruh mahasiswa baru (maba) ITS wajib mengikuti Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI). Hal tersebut tidak lain untuk mengenalkan mereka (maba) dengan suasana keilmiahan di ITS.

Selain mendapatkan pendampingan dalam penyusunan proposal, seluruh anggota tim juga mendapatkan pembinaan konten ketika presentasi. Pasalnya, bobot nilai pada presentasi juga cukup besar. Dosen Pembimbing pun juga harus memaksimalkan pendampingan terhadap timnya.

Demi tetap terjaga suasana keilmiahan dan prestasi ITS, setiap tim harus terdiri dari angkatan yang berbeda. Sehingga mahasiswa yang telah berpengalaman bisa mewarisi ilmunya kepada mahasiswa yang lebih muda darinya.

Fauzan juga mengharapkan padaPpimnas ke-32 ini bisa memperoleh medali emas sebanyak-banyaknya. Namun hal tersebut juga diakuinya bukan hal yang mudah. “Tahun lalu kita di posisi keenam, setidaknya tahun ini kita bisa masuk ke posisi tiga besar,” tuturnya. (wh)