21 Jenazah Korban AirAsia Belum Teridentifikasi

21 Jenazah Korban AirAsia Belum Teridentifikasi
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendampingi dan menenangkan keluarga korban AirAsia QZ8501 saat serah-terima jenazah di Posko Crisis Center Surabaya, Selasa (6/1/2015).

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur masih memiliki pekerjaan besar. Dari 37 jenazah yang berhasil ditemukan dan dikirim ke Posko Crisis Center Surabaya masih 21 jenazah yang belum bisa diidentifikasi dan 16 lainnya sudah berhasil teridentifikasi kemudian diserah-terimakan ke keluarga korban AirAsia QZ8501.

Kepada wartawan, Kepala DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiono menegaskan bahwa pada Selasa (6/1/2015) pihaknya telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dari total 16 korban yang berhasil ditemukan.

“Tim identifikasi korban bencana (DVI) hari ini berhasil mengidentifikasi tiga korban pesawat AirAsia QZ 8501. Di antaranya Indra Yulianto, Hindarto Halim, dan Brian Youvito,” tegasnya saat konferensi pers di Crisis Center Polda Jatim.

Ketiga korban yang telah diidentifikasi tersebut adalah Indra Julianto, berusia 51 tahun asal Probolinggo. Korban kedua adalah Hindarto Halim, 61 tahun asal Surabaya. Sedangkan korban ketiga yang bisa diidentiifikasi adalah Jou Brian Youvito yang berusia 19 tahun dan tinggal di Surabaya.

“Berdasarkan pemeriksaan data antemortem dan postmortem dan dikomparasikan dengan CCTV di bandara juanda surabaya, sepatu, dompet, yang melekat di baju korban. Selain itu ada juga identitas korban lainnya seperti SIM dan ATM,” jelasnya.

Sejauh ini, tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara dibantu oleh tenaga ahli dari lima negara, termasuk dari Uni Emirat Arab. Sebelumnya, tim dengan spesialisasi di bidang forensik, DNA, dan sidik jari ini telah dibantu ahli dari Singapura, Korea Selatan, Australia, dan ahli dari berbagai universitas di Indonesia. (wh)