2020, Potensi Ekspor Terbesar di Afrika dan Timur Tengah

2020, Potensi Ekspor Terbesar di Afrika dan Timur Tengah

Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China pada 2019, berdampak besar bagi berbagai bidang perekonomian Indonesia. Salah satunya, bidang ekspor yang terhambat. Indonesia tidak bisa melacak atau memprediksi permintaan produk maupun komoditas yang dibutuhkan pasar.

Di sisi lain, kondisi itu punya nilai positif bagi Indonesia. Salah satunya, ekspor produk Indonesia bisa langsung ke Amerika Serikat. Contohnya, alas kaki dan bahan tekstil. Produk-produk tersebut tidak terkait langsung dengan bahan yang berasal dari China.

“Komoditas furniture, alas kaki dan bahan tekstil, merupakan beberapa komoditas punya potensi bakal diekspor Indonesia di 2020,” kata Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (29/12/2019).

Dia lalu mengatakan, tahun 2019, ada beberapa perusahaan international yang memindahkan pusat produksinya ke beberapa negara di luar Indonesia. Seperti Thailand, Vietnam dan lain sebagainya.

Ia juga menjelaskan, negara-negara di daerah Timur Tengah dan Afrika menjadi arah ekspor Indonesia ke depan. Hal ini dikarenakan negara-negara di wilayah Afrika tengah mengalami pertumbuhan ekonomi, daya beli, dan populasi secara signifikan, kurun beberapa waktu terakhir.

Seperti yang diketahui, selama ini Jepang, Amerika Serikat, dan China merupakan beberapa negara tujuan ekspor Indonesia.

“Afrika ke depan dapat menjadi daerah tujuan ekspor baru bagi kita. Sekitar 5-7 tahun lalu populasi Afrika ini hanya sekitar 600 juta orang. Namun, jika kita lihat data saat ini, jumlah populasi Afrika mencapai 1 miliar orang,” cetus pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Kata dia,  Indonesia punya peran besar dalam perekonomian dunia. Hari ini, ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 2,5 persen perekonomian dunia.

“Diprediksi kekuatan ekonomi Indonesia akan mendekati 4-5 persen ekonomi dunia di 2030. Untuk itu, mulai saat ini kita harus mempersiapkan diri,” papar dia.

Kresnayana menambahkan, Indonesia punya berbagai semangat positif menyongsong tahun 2020. Di antaranya kabinet baru yang diisi  beberapa mentri baru dan misi baru dalam pemerintahan.

“Harapan-harapan ini yang nantinya dapat membantu kita untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia menjadi makin baik lagi di 2020,” tandasnya. (wh)