2019, Apartemen Baru Surabaya Tembus 17 Ribu Unit

2019, Apartemen Baru Surabaya Tembus 17 Ribu Unit

Feri Salanto. foto: arya wiraraja/enciety.co

Beberapa sektor properti di Surabaya mengalami tantangan cukup besar. Satu di antaranya sektor perkantoran dengan tingkat okupansi yang stabil,  kurang lebih 70 persen. Namun, dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan, angka tersebut bakal menurun drastis. Diprediksi, pada 2021 mendatang, angka okupansi perkantoran bakal menurun drastis, kurang lebih menyentuh 50 persen.

“Hal ini disebabkan Surabaya mengalami kelebihan pasokan, sehingga tidak bisa mengimbangi laju serapan perkantoran tiap tahun. Jelas, ini menjadi faktor yang mempengaruhi harga sewa menjadi tertekan,” kata Feri Salanto, senior associate director research Colliers International, dalam Press Luncheon Laporan Property Market di Four Points Hotel Sheraton, Rabu (24/7/2019).

Feri lalu menjelaskan, pada 2019 terjadi banjir supply apartemen di Surabaya. Ada sekitar 17 ribu unit apartemen baru. Ini merupakan tantangan bagi sektor apartemen.

“Di tahun-tahun berikutnya, saya percaya sektor apartemen Surabaya bakal terangkat. Terutama dalam hal sewa menyewa. Ini satu poin yang dapat membuat para investor mengembangkan sektor ini,” kupas Feri.

Terkait sektor properti ritel atau mal, Feri menjelaskan jika ada peningkatan. Yakni dengan makin banyaknya toko-toko yang buka di shopping center atau mal. Di sisi lain, jumlah supply properti ritel yang masuk dapat diimbangi oleh jumlah permintaan pasar.

“Kami perkirakan sektor properti ritel di Surabaya ini bakal stabil. Karena kita lihat lifestyle orang-orang Surabaya makin baik. Jadi ini dapat menopang perkembangan sektor properti ritel. Terlebih, ada beberapa perusahaan ritel mau masuk ke Surabaya yang notabene merupakan potensial,” pungkas Feri. (wh)