2018, Jumlah Bioskop Indonesia Capai 2.000 Layar

Cinemaxx Siapkan 2.000 Layar Bioskop di Indonesia

Bisnis bioskop di Indonesia sedang bergairah. sejumlah pemain baru saat ini gencar melakukan ekspansi membangun bioskop baru. Sampai bulan awal 2016, jumlah layar bioskop Indonesia sudah menembus angka 1.000 layar. “Melalui teknologi yang baru, usaha bioskop sedang bangkit. Semua operator melakukan penambahan layar, bukan hanya pengusaha bioskop besar, bioskop yang kecil juga ikut bergairah,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin di Jakarta.

Bertambahnya jumlah layar bioskop Indonesia ini adalah angin segar bagi industri film. “Dengan jumlah layar yang semakin banyak, kesempatan bagi film-film Indonesia berkualitas untuk diputar di bioskop semakin terbuka lebar. Bahkan kami menunggu realisasi pengusaha bioskop untuk menambah 1.000 layar lagi selama dua tahun ke depan,” ujar Djonny Syafruddin.

Dua pemain baru Blitzmegaplex dan Cinemaxx, memang menunjukkan agresivitas dan tekad untuk menambah lebih dari 1.000 layar. Jika itu terjadi, maka pada 2018, jumlah layar bioskop Indonesia akan mencapai angka 2.000 layar.

Blitzmegaplex dan Cinemaxx adalah operator bioskop yang paling agresif menambah jumlah layar belakangan ini. Blitz yang dimiliki raksasa bisnis hiburan CJ (Korea) berencana membangun sejumlah bioskop baru di delapan lokasi di Surabaya, Bandung, Tangerang, Karawang, Cirebon, Jakarta, dan Yogyakarta, dengan total investasi sebesar Rp240 miliar. Investasi jumbo dilakukan oleh Cinemaxx (Lippo Group) yang menyiapkan dana Rp6 triliun untuk membangun 1.000 layar bioskop di 85 kota di Indonesia dalam lima tahun ke depan. (bst)