2017, Intiland Proyeksikan Kenaikan Penjualan 50 Persen

Intiland proyeksi Penjualan tumbuh 50 Persen

foto: rmoljakarta.com

 

PT Intiland Development Tbk, memproyeksikan kenaikan penjualan sebesar 50 persen untuk penjualan produk properti yang ada di Surabaya pada tahun depan. Chief Operating Officer dan Vice President Director PT Intiland Development Tbk, Sinarto Dharmawan, mengatakan, ada banyak faktor yang meyakinkan perseroan akan kenaikan penjualan di tahun depan.

“Faktor tersebut diantaranya, semakin bergairahnya pasar properti di Surabaya yang dipicu oleh pertumbuhan ekonomi kota ini hingga 8 persen, serta tingginya permintaan untuk produk properi baik untuk hunian maupun komersial,” ungkap Sinarto di Surabaya, Jumat (9/12/2016).

Tren pertumbuhan pasar properti di 2017, lanjut dia, sudah mulai terlihat menjelang akhir tahun ini. terlebih, faktor eksternal juga meyakinkan perseroan bahwa pasar properti pada 2017 akan lebih baik, seperti harga komoditas batu bara dan sawit yang mulai meningkat, program amnesti pajak yang memberi peluang masuknya investasi (khususnya di sektor properti), relaksasi terkait LTV serta inden KPR, suku bunga yang cenderung turun dan Undang-undang (UU) kepemilikan properti oleh asing.

“Faktor eksternal tersebut, juga ikut mendorong tumbuhnya pasar properti di Surabaya tahun depan,” tambah Sinarto.

Perseroan sendiri, lanjut dia, telah menyiapkan berbagai proyek pengembangan guna menyongsong tren pertumbuhan pasar properti di Surabaya, mulai dari proyek landed house, high rise hingga superblok.

“Adapun sejumlah proyek perseroan yang tengah dibangun di Surabaya antara lain, The Rosebay, Graha Golf, Spazio Tower dan Graha Natura di Surabaya Barat serta Praxis di Surabaya Pusat. Proyek-proyek ini menjadi andalan penjualan Intiland di Surabaya di tahun depan,” ujarnya.

Sinarto menambahkan, selama 2016 pengembangan proyek-proyek Intiland di Surabaya tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan perseroan. Sepanjang periode sembilan bulan di tahun 2016, penjualan produk di Surabaya mencapai Rp 724 miliar atau setara dengan 51,4 persen dari total penjualan perseroan.

“Meski secara umum pasar properti di Surabaya tahun ini kurang bagus, namun dengan proyek-proyek yang kami kembangkan kami masih bisa tumbuh dan mencapai 90 persen dari target. Dengan proyeksi pertumbuhan pasar properti yang lebih baik di tahun depan, kami optimistis ada kenaikan penjualan 50 persen,” pungkasnya. (idn)