2016, Supply Office Property Surabaya Naik Signifikan

2016, Suply Office Property Surabaya Naik Signifikan

Feri Salanto, senior associate director research Colliers International, dalam Press Luncheon Laporan Property Market di Lobby Floor Four Points Hotel Sheraton, Selasa (17/1/2017). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Colliers International mencatat, pada semester ke dua tahun 2016, supply office property Surabaya meningkat secara signifikan. Meningkatnya suply tersebut menyebabkan turunnya nilai okupansi pada market office property di Kota Pahlawan.

Sesuai data Colliers International, mulai dari tahun 2014 sampai akhir 2016, nilai okupansi office property di Surabaya turun sekitar 70-80 persen.

“Hal tersebut terjadi karena meningkatnya pembangunan office property yang belum dapat di imbangi oleh demand di tahun 2015 dan di tahun 2016,” tutur Feri Salanto, senior associate director research Colliers International, dalam acara Press Luncheon Laporan Property Market di Lobby Floor Four Points Hotel Sheraton, Jalan Embong Malang Surabaya, Selasa (17/1/2017).

Jika diukur berdasarkan nilai okupansi, pada semester kedua tahun 2016 okupansi office property Kota Surabaya mencapai 75 persen. Namun angka tersebut masih terlampau jauh jika dibandingkan Kota Surabaya masih di bawah Jakarta dengan nilai okupansi mencapai 85 persen.

Lantas, untuk harga sewa office property per meter persegi, Jakarta juga masih lebih unggul ketimbang Surabaya. Saat ini, untuk harga sewa office property di Surabaya menyentuh angka lebih dari Rp 100 ribu per meter persegi.

“Sedangkan untuk Jakarta, kini angkanya menyentuh lebih dari Rp 300 ribu per meter persegi. Perlu diketahui, pada tahun 2016, nilai sewa office property di Surabaya meningkat hingga menyentuh angka Rp 140 ribu per meter persegi,” papar Feri.