2016, PGN Target Jaring 24.000 Pelanggan

2016, PGN Target Jaring 24.000 Pelanggan
Department Head, Services PT PGN Krisdyan Widagdo Adhi, Dian Kuncoro, Area Head PT PGN Persero Regional II Wilayah Surabaya dan Gresik, dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (13/11/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Perusahaan Gas Negara (PGN) memiliki 10.600 pelanggan di seluruh Kota Surabaya dan Gresik. Angka tersebut merupakan pelanggan gas PGN di sektor konsumsi rumah tangga. Untuk pelanggan sektor usaha kecil, PGN mendata sedikitnya ada 108 pelanggan. Selain itu, ada 52 pelanggan Hotel dan Mal yang mengkonsumsi gas PGN.

PGN berencana untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya dengan cara menambah infrastruktur yang ada. Saat ini PGN memiliki program yang bernama Jaringan Gas (Jagas). Program ini digalakkan untuk memperbaiki mutu pelayanan dan nantinya akan berimbas pada terdokraknya jumlah pelanggan yang ada.

Hal tersebut disampaikan Dian Kuncoro, Area Head Perusahaan Gas Negara (PT PGN Persero Regional II) Wilayah Surabaya dan Gresik, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (13/11/2015).

Pada tahun 2016 mendatang, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sumberdaya Mineral, menugaskan PGN untuk dapat menjaring 24.000 pelanggan. “Angka tersebut ditargetkan untuk peningkatan pelanggan diarea Kota Surabaya saja. Target tersebut diprioritaskan pada jaringan sambungan rumah tangga,” jelasnya.

Total pelanggan yang ditargetkan di semua jenis pelanggan adalah 25.000 pelanggan. Angka tersebut termasuk jaringan sambungan gas untuk rumah tangga dan industri di Surabaya,”.

Dalam penerapan Program Jargas 2016, PGN telah membagi tiga cluster yang akan digarap. Yaitu, Surabaya Tengah, Surabaya Selatan dan Surabaya Timur. Di Surabaya Selatan telah dibidik ada 8.000 sambungan pada pelanggan rumah tangga yang akan digarap. Di antaranya adalah Krukah, Ngagel dan Bratang Gede. Untuk daerah Surabaya Timur, PGN telah menyiapkan 8.000 jaringan, di antaranya Medokan Ayu, Rusun Penjaringan, Pandugo, dan Wonorejo.

“Yang terakhir, di daerah Surabaya Tengah kami akan menggarap daerah Jalan HR Muhammad, Jalan Basuki Rahmad, Rusun Grudo dan lain sebagainya. Untuk dikawasan Surabaya Tengah, kami juga menyiapkan 8000 jaringan,” ulasnya.

Dian mengimbuhkan, jika dalam bidang pelanggan industri rumah tangga, saat ini pihaknya telah meng-cover kebutuhan gas untuk Kampung Kue dan Kampung Lontong yang terletak di kawasan Kupang Banyuurip Surabaya.

Sementara itu, Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menyatakan sangat mengapresiasi langkah yang telah diambil PGN. “Upaya ini adalah sebuah upaya percepatan yang dilakukan agar ke depan kita dapat melakukan efisiensi dan penghematan sumberdaya mineral,” ulasnya.

Jika ditilik dari sudut pandang ekonomi, pakar statistika ITS Surabaya itu  mengatakan jika penggunaan gas PGN jauh lebih murah ketimbang masyarakat menggunakan gas elpiji.

“Namun, perlu dicermati, kata murah sendiri juga harus disertai dengan pemenuhan di segala aspek. Di antaranya kenyamanan, keamanan dan nilai keawetan dari layanan yang ditawarkan oleh PGN. Nilai inilah yang harus diperhatikan,” papar dia.

Kresnayana juga memaparkan, ke depan yang harus dimiliki PGN selaku perusahaan operator kebijakan adalah nilai keselamatan dan keamanan. “Hal ini sangat penting, karena masyarakat juga harus diberikan pengertian terkait hal tersebut,” jelas dia.

Menurut dia, dengan menggunakan gas yang langsung dialirkan ke rumah, masyarakat dapat mengendalikan konsumsi. “Hampir sama seperti konsumsi air, listrik dan lain sebagainya, masyarakat dapat mengendalikan konsumsinya akan gas, dan kedepan masyarakat dapat memangkas pengeluarannya dalam satu bulan,” imbuhnya.

Kata Kresnayana, yang dibutuhkan masyarakat adalah ketersediaan akan clean energy dan save energy. “Semakin majunya pemikiran masyarakat saat ini membuat mereka berpikir akan masa depan. Bagaimana kita dapat berhemat dan memanfaatkan energi-energi alternatif dalam kehidupan kita sehari-hari,” tandas dia. (wh)