2015, Surabaya Punya Monorel dan Trem

2015, Surabaya Punya Monorel dan TremTidak ingin terbelit kemacetan parah di mana-mana seperti Jakarta, Surabaya akan segera memiliki moda transportasi monorel dan trem pada 2015. Pembangunan jaringan dan sistem monorel dan trem yang terimplementasi dalam pembangunan sistem angkutan massal itu dimulai pada 2014.

“Kalau 2014 kayaknya masih belum bisa terlaksana, karena lelang baru akan dimulai awal 2014,” kata pakar transportasi ITS Hera Widyastuti di Surabaya, Kamis (26/12/2013).

Selanjutnya, perlu ada survei lapangan, konstruksi, evaluasi, dan seterusnya. “Yang jelas, Surabaya memang sudah harus ke sana, karena angkutan pribadi itu pasti akan memacetkan kota,” katanya.

Menurut dia, moda transportasi massal berupa monorel telah dirancang dari arah utara ke selatan, sedangkan trem dirancang dari arah timur ke barat.

“Monorel akan bergerak dari Unesa di kawasan Lidah Wetan ke ITS di kawasan Pakuwon City dengan depo di Keputih, lalu trem akan bergerak dari kawasan Tugu Pahlawan ke Joyoboyo,” katanya.

Oleh karena itu, para pakar ITS juga turut memikirkan rute moda angkutan massal yang “nyambung” dengan angkutan “pengait” di suatu titik, misalnya becak, angkutan kota, ojek, dokar, dan seterusnya.

“Target Bu Risma, wali kota Surabaya, akan terwujud angkutan massal itu pada 2015, karena itu angkutan pribadi masih mungkin berkembang untuk saat ini,” katanya.

Jakarta sebetulnya pernah memiliki jaringan dan sistem transportasi massal berbasis trem yang andal sejak akhir masa penjajahan Belanda hingga awal-awal kemerdekaan Indonesia.

Entah kenapa sistem transportasi massal itu kemudian digusur begitu saja, digantikan bus-bus kota dan kendaraan umum lain. Antisipasi perkembangan penduduk dan kota tidak disiapkan dan dilaksanakan secara konsisten kemudian oleh pemerintahan saat itu, imbasnya terjadi pada masa kini.(ant/bh)