2015, Pilot Project Energi Arus Laut Diluncurkan

2015, Pilot Project Energi Arus Laut Diluncurkan
Wamen ESDM, Susilo Siswoutomo (kiri) melaunching peta potensi energi nasional.

 

Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional terkait pengelolaan energi nasional telah ditetapkan DPR, 28 Januari lalu. Draft yang diusulkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN), salah satunya meliputi arah energi arus laut untuk ketenagalistrikan. Anggota DEN, Prof Dr Mukhtasor mengungkapkan, pemanfaatan sumber daya energi terbarukan, mutlak disegerakan. “Sebagai langkah awal, pemanfaatan sumber energi arus laut didorong dengan membangun pilot project (proyek percontohan) yang terhubung dengan jaringan listrik. Proyeknya dimulai tahun 2015,” katanya, usai Kuliah Umum Peta Potensi Energi Laut Indonesia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jumat (7/3/2014). Tahun ini, tahap yang dilakukan ialah perencanaan.

Guru Besar ITS itu mengatakan, target pilot project pembangkit listrik energi laut dimulai dengan kapasitas 3 mega watt dari jenis arus laut. “Berikutnya tahun 2016 nanti baru dari jenis panas laut sebesar 10 mega watt,” ujarnya.

Proyek ini sejalan dengan target kebijakan pemerintah. Prosentasi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional sebesar 23 persen pada tahun 2025. Kelak pada tahun 2050, ditargetkan meningkat menjadi 31 persen. “Setahap demi setahap, karena masih butuh evaluasi terus menerus,” kata pria yang juga ketua Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI) itu.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo menyatakan, pemerintah siap melaksanakan amanat Kebijakan Energi Nasional yang baru itu. Termasuk di dalamnya mengenai energi arus laut. “Semua langkah pemanfaatan yang dilakukan, seperti energi arus laut ini, arahnya kepada convert tenaga listrik yang selama ini menggunakan batu bara. Semua diarahkan untuk mengurangi penggunaan sumber daya tak terbarukan.” jelasnya.

Sasaran penyediaan dan pemanfaatan energi dalam kebijakan itu ialah terpenuhinya penyediaan energi primer sekitar 400 MTOE (Million Tonnes of Oil Equivalent) pada tahun 2025. “Selain itu, penyediaan kapasitas pembangkit listrik ditargetkan terpenuhi sekitar 115 GW pada tahun 2025. Tahun 2050, diharapkan bisa menjadi 430 GW,” lanjutnya.

Sebelumnya, dalam rangka realisasi Kebijakan Energi Nasional tersebut, Menteri ESDM, Jero Wacik meresmikan Peta Potensi Energi Laut Nasional di Jakarta, Kamis (6/3/2014). (wh)