2015, Pemkot Surabaya Alokasikan Raskin untuk 65.991 Keluarga

2015, Pemkot Surabaya Alokasikan Raskin untuk 65.991 Keluarga
Kepala Bapemas KB Surabaya, Nanis Chairani saat mengunjungi stan UMKM Pahlawan Ekonomi di sejumlah kecamatan di Surabaya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2015 bakal memberikan bantuan raskin (beras untuk rakyat miskin) dari Pemerintah Pusat untuk 65.991 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM).

Ini dibeberkan oleh Kepala Bapemas KB Surabaya, Nanis Chairani kepada wartawan di kantornya, Rabu (21/1/2015). Kata dia, program bantuan raskin ini untuk pemenuhan hak dan kebutuhan pangan bagi rumah tangga miskin di Surabaya. Karena itu pihaknya sementara ini menggenjot sosialisasi mulai dari tingkat kecamatan dan kelurahan agar mempermudah para keluarga penerima Raskin saat mengambil jatah beras.

“Di Kota Surabaya sendiri, Pemerintah pusat memberi jatah Raskin untuk 65.991 RTSPM Surabaya. Kita sudah punya data penerimanya yakni masyarakat miskin yang membutuhkan pangan layak,” katanya.

Nantinya, setelah didistribusikan di masing-masing kelurahan di seluruh Surabaya, warga yang terdaftar tinggal datang dan mengambil Raskin seberat 15 kilo gram. Dijelaskan oleh Nanis, harga raskin tersebut cukup murah yakni Rp 1.600 per kilo gram atau lebih murah dibanding harga beras di pasaran

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan mengungkapkan, untuk tahun 2014 lalu distribusi beras raskin telah mencapai target sebesar 100 persen. Bahkan, untuk layanan pengaduan raskin, Surabaya menjadi percontohan nasional. Untuk itu, ia memberikan apresiasi kepada para petugas yang telah bekerja dengan baik.

“Kami beri apresiasi yang tinggi atas petugas di lapangan yang telah mendistribusikan Raskin tepat waktu dan tepat sasaran. Sehingga pelayanan ini menjadi percontohan nasional mulai tahun lalu,” ujarnya.

Harapannya, di tahun ini koordinasi dan distribusi raskin dapat berjalan dengan lancar dan memenuhi target. Di antaranya tepat Sasaran, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat harga, dan tepat administrasi. “Karena itu sosialisasi akan terus dilakukan mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan,” tambah Nanis.

Untuk menyukseskan program nasional tersebut, Nanis juga bekerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Perum BULOG Divisi Regional Jawa Timur, Kejari Surabaya, Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, dan Kejari Tanjung Perak. Tujuannya adalah sebagai upaya distribusi raskin secara transparan dan tepat sasaran. (wh)