2014, Tarif Kereta Api Naik Dua Kali Lipat

2014, Tarif Kereta Api Naik Dua Kali Lipat

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai Januari 2014 akan menaikkan tarif tiket ekonomi jarak jauh. Kenaikan itu, kata Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan, dipicu oleh berbagai macam situasi.

“Kenaikan tarif karena hingga kini dana subsidi dari pemerintah belum disetujui. Kenaikkan tiket juga dipicu merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” kata Direktur Utama KAI Iqnasius Jonan, usai menghadiri acara “BUMN Award 2013: Membangun Daya Saing Menuju BUMN Unggul”, di Jakarta, Kamis (5/12/2013) malam. Pria kelahiran Singapura, 21 Juni 1963 ini, pada acara tersebut mendapat penghargaan “The Best CEO BUMN” 2013 versi Majalah BUMN Track.

Dia menegaskan, PT KA juga belum memperoleh kontrak PSO (Public Service Obligation) 2014. Menurut Jonan, jumlah PSO yang diusulkan pada tahun anggaran 2014 sebesar Rp 800 miliar.

“Sekarang sudah masuk Desember 2013, sehingga sangat tidak mungkin pemerintah menetapkan kontrak PSO itu untuk tahun depan. Dengan begitu maka mau tidak mau tarif harus ditanggung sendiri oleh penumpang,” kata Jonan.

Sedangkan faktor lainnya, pelemahan rupiah akan mengakibatkan beban operasional KAI semakin meningkat, karena sebagian besar peralatan terutama mesin, gerbong dan sistem persinyalan berasal dari impor.

Menurut Jonan yang menjabat sebagai orang nomor satu di PT KAI sejak tahun 2009 ini, Jika pelemahan rupiah terus berlanjut maka dipastikan beban operasional akan meningkat 7-8 persen.

“Konsekuensinya tarif pasti naik. Kalau tidak dinaikkan pelayanan pasti turun. Apalagi jika dolar AS permanen di atas level Rp12.000, kalau kurs dolar menurun maka tarif juga akan diturunkan,” tegasnya.

Pada tahun 2013, KAI menargetkan laba bersih sekitar Rp 460 miliar, naik dari tahun 2012 yang mencapai Rp 386,09 miliar.

Sementara hingga Oktober 2013 laba KAI sudah Rp387 miliar, yang dikontribusi 55 persen dari pendapatan angkutan penumpang, 40 persen angkutan barang dan 5 persen dari jasa lainnya seperti properti.

Terpisah, Sri Winarto Kepala Humas PT KA Daops 8 Surabaya, menjelaskan selama ini harga murah tiket kereta ekonomi disebabkan adanya subsidi dari pemerintah. Besarnya subsidi mencapai separo dari harga asli tiket ekonomi.

“Subsidi atau kontrak PSO itu selalu diperbaharui tiap tahun antara pemerintah dan PT KAI. Nah, sampai sekarang belum ada kejelasan subsidi tahun 2014. Padahal sekarang penjualan tiket sudah bisa dilayani tiga bulan sebelum jadwal pemberangkatan,” kata Winarto.

Karena sekarang sudah masuk bulan Desember 2013, kata Winarto sangat tidak mungkin pemerintah akan menetapkan subsidi untuk tahun depan.

“Kalau begitu, mau tidak mau tarif kelas ekonomi harus ditanggung sendiri oleh penumpang. “ujarnya.

Dia menyebut kenaikan tarif ini mencapai dua kali lipat dari harga lama. Ini senilai dengan subsidi pemerintah pada kereta ekonomi sebelumnya. “Contoh kereta Gaya Baru jurusan Jakarta – Surabaya. Tarif sebelumnya Rp.43 ribu sekarang menjadi Rp.100 ribu, ” jelas Winarto.(ant/ss/bh)