2014, PT KAI Daops 8 Target Raup Rp 1 T

2014, PT KAI Daops 8 Target Raup Rp 1 T

Pertumbuhan pendapatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 tahun 2013 naik sekitar 16 persen. Hal itu mendorong PT KAI Daops 8 mendapatkan pendapatan Rp 1 triliun pada tahun ini.

“Tahun 2014 ini kita ditargetkan pemasukan hampir Rp 1 triliun, atau sekitar Rp 900 miliar-an,” kata Sri Winarto, Selasa (21/1/2014) sore.

Dia lalu menjelaskan, pendapatan PT KAI Daops 8 tersebut bersumber dari penumpang dan non penumpang. Untuk pendapatan non penumpanag berasal dari pengusahaan aset yang meliputi parkir, sewa gudang, reklame, dan bidang usaha lain. “Perimbangan pendapatan dari sisi penunmpang dan non penumpang hampir berimbang,” sebut dia.

Pertumbuhan pendapatan itu dipicu oleh semakin membaikanya pelayanan angkutan penunmpang. “Terlebih untu angkutan kerta komersial (bisnis dan eksekutif). Sedangkan kereta lokal dan lokal bisnis volume penumpangnya yang besar,” terang Sri Winarto.

Kereta komersial memang mematok harga tiket tarif batas atas dan tarif batas bawah. Penerapana tiket tarif batas atas biasanya terjadi pada liburan panjang seperti sekolah, Lebaran, dan akhir tahun.

Sri Winarto mengakui jumlah itu sudah sesuai target load factor (tingkat keterisian tempat duduk). Tetapi jumlah itu turun sekitar 16 persen dibanding tahun sebelumnnya.

Bila dirinci, volume penumpang 7,4 juta itu terdiri dari KA komersial 2.755.828 (naik 6 persen) dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk kereta lokal (lokal bisnis dan lokal ekonomi) tahun 2013 tercapai 4.718.223, (turin sekitar 28 persen) dibanding tahun 2012.

“Bila melihat tabelnya, bisa saja penumpang ekonomi beralih ke penumpang komersial. Ini bisa dilihat dari data kenaikan penumpang KA komersial yang naik sekitar 6 persen,” jelasnya. Sementara kereta ekonomi jarak jauh jumlahnya tidak sebanyak kereta komersial.

Naiknya jumlah penumpang KA komersial bisa juga disebabkan tambahan kereta atau rute kereta diperpanjang hingga wilayah KAI Daops 8. Seperti KA Bangun Karta yang awalnya tujuan Jombang-Jakarta, diubah menjadi Surabaya-Jakarta.

Untuk volume penumpang 2013, tercapai 7,4 juta penumpang. Dari catatan KAI, volume penunpang tahun 2010 hingga 2013 mengalami penurunan. Tetapi penurunan itu justru menaikkan pendapatan PT KAI Daops 8 dari sisi angkutan penumpang.

PT KAI Daops 8 belum mengumumkan pendapatan secara keseluruhan yang didapat tahun kinerja 2013.(wh)