2014, Pengangguran Diprediksi Turun Jadi 6,03 Persen

2014, Pengangguran Diprediksi Turun Jadi 6,03 Persen

Jumlah pengangguran pada tahun 2014 diprediksikan turun menjadi 7,24 juta orang (6,03 persen). Jumlah ini lebih rendah dibanding jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2013 yang berjumlah 7,39 juta orang (6,25 persen) berdasarkan data BPS.

“Pemerintah optimistis tahun depan perekonomian Indonesia akan tumbuh dengan baik sehingga diperkirakan akan dapat menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar Menakertrans di Jakarta, Selasa (24/12/2013).

Selain adanya pertumbuhan perekonomian yang positif dan diperkirakan akan menciptakan 1,87 juta kesempatan kerja dari sembilan sektor lapangan usaha, Muhaimin mengatakan penurunan pengangguran itu juga disebabkan oleh semakin berkurangnya penambahan angkatan kerja baru.

“Angkatan kerja baru diperkirakan bertambah sebanyak 1,72 juta, yakni dari 118,19 juta tahun 2013 menjadi 119,91 juta pada tahun 2014. Namun secara umum tambahan angkatan kerja baru diperkirakan semakin mengecil,” kata Muhaimin.

Semakin sedikitnya tambahan angkatan kerja baru, kata Muhaimin disebabkan karena semakin banyak anak usia sekolah yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi, tidak langsung terjun ke pasar kerja dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan kesempatan kerja diperkirakan meningkat sebanyak 1,87 juta orang yaitu dari 110,80 juta orang pada tahun 2013 menjadi 112,67 juta orang pada tahun 2014.

“Besarnya kesempatan kerja yang semakin luas tersebut diperkirakan mampu disediakan oleh sembilan sektor lapangan usaha sehingga terbuka untuk menyerap pengangguran,” kata Muhaimin.

Penambahan kesempatan kerja itu disumbangkan oleh sektor pertanian sebanyak 0,01 juta orang, pertambangan 0,03 juta orang, industri pengolahan 0,67 juta orang, sektor listrik, gas dan air 0,01 juta orang dan sektor bangunan 0,35 juta orang.

Kesempatan kerja juga ada di sektor perdagangan 0,39 juta orang, angkutan 0,01 juta orang, keuangan 0,15 juta orang dan sektor jasa sebanyak 0,25 juta orang.

Target kesempatan tenaga kerja sektoral tersebut seiring dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.

Upaya lain yang akan dilakukan untuk mengurangi pengangguran disebut Muhaimin adalah dengan fokus pada pelatihan kewirausahaan yaitu sebanyak 866 ribu orang dan pelatihan calon tenaga kerja bagi 821 ribu orang.

“Namun target pelatihan sebanyak itu tidak mungkin dapat dilakukan oleh Kementerian tenaga kerja dan Transmigrasi sendiri, karena daya tampung yang dimilki Balai Latihan Kerja hanya 262.762 dan anggaran untuk pelatihan juga terbatas,” kata Muhaimin.

Oleh karena itu, Kemnakertrans juga mendorong lembaga latihan yang dimiliki instansi pemerintah dan yang dimiliki Pemerintah Provinsi, Kabupaten/kota serta lembaga latihan swasta untuk juga menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan.

Sekjen Kemnakertrans Muchtar Luthfi menambahkan seluruh lembaga pembina sektor, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota diminta untuk memberikan perhatian terhadap penciptaan kesempatan kerja.

“Semua sektor harus terlibat dalam mencari peluang kesempatan kerja di dalam dan di luar negeri, terutama yang bersifat formal guna mengurangi pekerja informal. Penciptaan kesempatan kerja lainnya melalui usaha mandiri, padat karya, teknologi tepat guna,” kata Muchtar.

Muchtar mengharapkan pemerintah daerah dan instansi pembina sektor terkait menyusun perencanaan tenaga kerja sebagai dasar penyusunan kebijakan, strategi dan program ketenagakerjaan yang berkesinambungan untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) dan RPJM Nasional.

“Perencanaan tenaga kerja di tingkat pusat dan daerah harus dilakukan dengan serius, konsisten dan tepat sasaran . Dengan perencanaan yang baik maka akan tersedia tenaga kerja yang mampu melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di daerah setempat,” kata Muchtar.(ant/wh)