2014, Jatim Bakal Swasembada Kedelai

2014, Jatim Bakal Swasembada Kedelai
Bongkar kedelai di Tanjung Perak Surabaya

Pemprov Jatim menargetkan produksi kedelai pada tahun ini bisa memenuhi seluruh kebutuhan atau swasembada kedelai untuk masyarakat Jatim. Produksi dipatok 490.059 ton dari total luas lahan 344.000 hektar, naik dibanding tahun lalu 337.283 ton dari lahan 270.000 hektar.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jatim Achmad Nurfalakhi mengatakan, konsumsi kedelai masyarakat Jatim saat ini mencapai 11,25 kg per kapita per tahun atau sekitar 428.188 ton per tahun.

“Artinya, pada tahun ini kita bisa mencapai swasembada kedelai. Produksi kedelai Jatim bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Jatim. Pada tahun lalu, karena produksi masih kurang sekitar 90.900 ton, maka harus dipenuhi dari impor,” ujarnya, Rabu (15/1/2013).

Menurut dia, dengan Harga Pokok Pembelian (HPP) kedelai Rp 7.400 per kg, masyarakat mendapatkan kepastian harga saat panen, sehingga mereka mulai tertarik menanamnya. Terlebih dalam pembelian kedelai, Bulog selalu menyesuaikan dengan harga yang sedang berlaku di pasaran.

Pada tahun 2013 misalnya, dari penyerapan kedelai Bulog Divisi Regional Jatim sebesar 201 ton, seluruhnya dengan harga diatas HPP, yaitu sekitar Rp7.950-Rp8.400 per kg.

Selain itu, Dinas Pertanian Jatim juga berupaya melakukan perluasan lahan produksi untuk swasembada kedelai. Diantaranya keberjasama dengan PHBM, Pemanfaatan Hutan Bersama Masyarakat di lahan seluas 10.000 hektar. Penanaman kedelai juga dilakukan di lahan yang biasanya masih panen 2 kali dan di beberapa lahan yang bisa dilakukan dengan metode tumpang sari. Di Ponorogo misalnya, kedelai bisa ditanam di tegalan kayu putih.

“Tahun ini, total perluasan lahan kedelai mencapai 77.000 hektar yang sebagian berada di Banyuwangi, Bojonegoro, Nganjuk, Blitar dan Tulungagung,” tegasnya.(wh)