2014, Dispendik Jatim Bangun 80 SMK Mini

 

2014, Dispendik Jatim Bangun 80 SMK Mini

Pemerintah Provinsi Jatim mulai Juli hingga akhir tahun ini akan membangun 80 bangunan yang tersebar di 38 kabupaten kota. Hal itu dimaksudkan untuk merealisasikan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini yang ditujukan untuk lebih meningkatkan kompetensi santri dan keahlian lebih. Dengan pembangunan ini akan mampu menampung 16 ribu siswa dan santri yang akan didampingi 100 guru pembina.

“Dengan adanya SMK mini ini maka diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan pengetahuan serta keahlian siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jatim Harun kepada wartawan di Surabaya, Kamis (10/7/2014).

Hingga kini, terang dia, pihak dispendik telah menyelesaikan pembangunan SMK ini di Jombang, Madura dan kawasan Tapal Kuda. Keberadaan sekolah itu bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja secara kewirausahaan.

Harus juga menjelaskan, untuk satu SMK digelontor anggaran Rp 250 juta. Sedangkan tahun 2015, pembangunan akan ditambah lagi sebanyak 120 SMK mini, tahun 2016 sebanyak 120 SMK mini dan pada tahun 2017 akan didirikan lagi sebanyak 80 SMK mini sehingga total adalah 400 SMK mini akan didirikan di Jawa Timur.

“Satu SMK Miniminimal bisa menampung sebanyak 200 orang sehingga untuk tahun ini saja diharapkan sebanyak 16.000 orang lulus SMK mini dan siap bersaing di dunia kerja. Belajar di SMK mini mirip kursus, waktu studinya enam bulan,” papar Harun.

Jurusan maupun materi yang akan diajarkan di SMK disesuaikan dengan kebutuhan kerja di daerah itu. Misalnya di sekitar SMK mini merupakan sentra batik maka materi yang diajarkan adalah mengenai cara membatik.

Untuk menunjang kualitas pembelajaran, SMK ini akan ditempelkan di SMK-SMK milik pesantren yang telah ada. Para guru di SMK juga akan dimagangkan di beberapa perusahaan sehingga apa yang diajarkan bagi murid di SMK merupakan pelajaran praktis yang bisa langsung diterapkan.

“Kerjasama antara SMK mini dan berbagai perusahaan juga terus dijalin sehingga lulusan SMK mini bisa langsung dierima kerja. Kita juga telah kerjasama dengan Kadin,” ungkap Harun. (wh)