2013, Kejati Jatim Pecat Dua Jaksa

2013, Kejati Jatim Pecat Dua Jaksa
Jajaran petinggi Kajati Jatim memberikan penyataan pers terkait kinerja 2013.

Pada 2013, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim telah memecat dua orang jaksa. Mereka adalah RBM salah satu jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan MW jaksa dari Kejari Perak. Untuk RBM sendiri dirinya diberi sanksi pecat karena telah menyalahgunakan wewenang. Sedang MW karena tersangkut kasus narkoba.

Kajati Jatim Arminsyah mengatakan, pemecatan kepada ke dua jaksa tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. “Setelah kita adakan penyelidikan dan pengumpulan data, diketahui pelanggaran mereka sangat berat,” tegasnya kepada wartawan dalam acara Press Conference Akhir Tahun 2013 di Kejati Jatim, Selasa (31/12/2013).

Dia mengatakan, sepanjang 2013 ini, Kejati Jatim juga mencatat ada kenaikan laporan. Tahun sebelumnya 22 laporan pengaduan (lapdu) terkait tingkah polah jaksa, sementara tahun 2013 ada 85 lapdu. Sebanyak 5 lapdu ditingkatkan ke inspeksi kasus. Untuk staf kejaksaan sendiri di Tata Usaha telah dipecat 4 orang.

“Banyak laporan yang masuk ke kita dan kasusnya sangat bervariasi,” ungkap Arminsyah.

Dia lalu menyatakan, sanksi diberikan pada jaksa yang dinyatakan bersalah selain pemecatan, juga penundaan kenaikan jabatan sampai dicopot secara tidak terhormat jika terbukti melakukan pelanggaran berat. “Jumlah pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin pada 2013 ada 11 pegawai,” ujarnya.

Hukuman disiplin sendiri untuk memberi daya tangkal bagi lembaga kejaksaan agar tidak melakukan aksi kejahatan atau melanggar disiplin lagi yang berulang-ulang.

Sedang bidang tindak pidana khusus (pidsus), kejati telah melakukan penyelidikan 141 perkara. Yang ditingkatkan ke penyidikan 127 perkara. Untuk penuntutan telah dilakukan 147 perkara. Sedangkan eksekusi terpidana korupsi 79 perkara.

“Kerugian negara yang berhasil diselamatkan tahun 2013 sebanyak Rp 4.894.918.536,” pungkasnya.(wh)