2 Juta Ban Selundupan  Masuk ke  Indonesia

ban

Indonesia diperkirakan akan dibanjiri sekitar 2 juta ban impor ilegal hingga akhir 2015 seiring melemahnya permintaan ban di pasar global. Ban-ban ini diselundupkan melalui pelabuhan-pelabuhan kecil di Indonesia yang belum memiliki standar pengawasan yang memadai. “Tahun ini, ada sekitar 3,5-4 juta unit ban impor yang masuk di Indonesia. Dan 30-50 persennya masuk secara ilegal melalui pelabuhan-pelabuhan kecill,” kata Ketua Uum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane di Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Dia mengungkapkan, ban impor ilegal tersebut umumnya berasal dari negara-negara produsen yang memiliki stok produksi melimpah akibat melemahnya permintaan di pasar global. Indonesia sangat potensial untuk dijadikan sasaran pengalihan pasar setelah permintaan ban dari Eropa dan Timur Tengah menurun drastis. Selain penduduknya banyak, pendapatan perkapita yang terus tumbuh serta masyarakatnya yang konsumtif menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama pengalihan pasar.

Aziz mengungkapkan, banyaknya ban impor yang masuk secara ilegal tersebut, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, ban selundupan yang masuk belum teruji kualitasnya.

Aziz berharap, pemerintah membatasi jumlah pelabuhan yang menjadi pintu masuk produk-produk ban impor. “Dari 17 pelabuhan yang ada, harus dibatasi menjadi hanya 7 saja, yakni Tanjung Perak, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Ujung Pandang, Balikpapan, Belawan, dan Sorong,” kata dia.

Selain itu, ban impor sebelum masuk ke Indonesia harus verifikasi terlebih dahulu terkait kualitas dan standar produknya. “Ini untuk mencegah ban impor yang tidak sesuai standar masuk ke pasar Indonesia,” ujar dia.

Aziz memperkirakan, ban impor yang masuk ke Indonesia pada tahun ini naik hingga 40 persen. Pada 2010, kata Aziz, industri ban lokal mampu menjual 11,2 juta unit dari total kebutuhan 13-14 juta unit di pasar dalam negeri. Meski demikian, pada 2014 industri lokal hanya mampu menjual 9,7 juta unit dari 15-16 juta unit kebutuhan pasar domestik. (bst)