19 Warga Sipil Tewas dalam Pertempuran di Ukraina Timur

19 Warga Sipil Tewas dalam Pertempuran di Ukraina Timur
FOTO: ANTARA

Sedikitnya 19 warga sipil tewas dalam Pertempuran seru antara pasukan Ukraina dan pemberontak pro-Rusia di Ukraina Timur. Demikian kata para pejabat setempat, Selasa (29/7/2014), di saat pihak Kiev terus melancarkan serangan terhadap separatis.

Pasukan Ukraina menekan unit-unit pemberontak kembali ke dua pangkalan perkotaan utama mereka Donetsk dan Luhansk, dan berusaha mengepung mereka dalam beberapa tempat, termasuk daerah luas di mana sebuah pesawat maskapai penerbangan Malaysia jatuh 17 Juli.

Para pejabat mengatakan 14 orang, termasuk lima anak-anak tewas dalam pertempuran Senin petang di kota Gorlovka/Horlivka, salah satu dari beberapa tempat pertempuran seru antara tentara Ukraina dan pemberontak beberapa hari lalu.

Di kota Luhansk, para pejabat mengatakan lima warga sipil tewas ketika peluru menghantam satu rumah.

“Musuh melemparkan segala macam barang yang dimilikinya dalam pertempuran untuk mengepung seluruh wilayah,” kata komandan pemberontak Igor Strelkov kepada wartawan di Donetsk Senin petang, mengacu pada Republik Rakyat Donetsk yang diproklamasikan mereka sendiri.

Ia menimpali, “Kami heran mengapa begitu banyak peluru ditembakan dalam pertempuran ini.”

Seorang sumber dari pihak pemberontak di Donetsk mengatakan, pasukan bantuan termasuk peralatan militer dan para petempur telah masuk dekat perbatasan dengan Rusia ke Ukraina.

Kantor berita Reuters tidak dapat mengonfirmasikan informasinya itu secara independen. Para pemimpin pemberontak menegaskan secara terbuka bahwa Moskow tidak memasok senjata untuk mereka. Rusia juga membantah tuduhan-tuduhan Barat bahwa Moskow mendukung pemberontak itu dengan senjata-senjata dan pasukan.

Para pemimpin Amerika Serikat (AS) dan negara-negara penting Eropa sepakat dalam satu telekonferensi pada Senin untuk memberlakukan sanksi-sanksi lebih luas kepada perbankan Rusia, sektor-sektor teknologi dan senjata karena dukungannya kepada separatis.

Pemberontak mengatakan, 7.400 tentara Ukraina tewas atau cedera sejak Kiev melancarkan serangan apa yang disebutnya operasi “anti-teroris” terhadap kelompok separatis di timur awal Mei.Kiev menyebut jumlah korban tidak sampai 1.500 orang.

Satu koridor kemanusiaan menurut rencana akan dibuka di Luhansk untuk enam jam pada Selasa untuk mengizinkan penduduk melarikan diri dari pertempuran, tetapi para pejabat mengatakan mereka tidak dapat menjamin penuh bagi keselamatan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan, lebih dari 100.000 orang telah melarikan diri dari Ukraian Timur.

Satu tim para ahli internasional, termasuk 38 warga Belanda dan 12 polisi Australia, akan berusaha untuk datang ke wilayah itu guna menelaah tempat jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 setelah pertempuran di daerah yang dikuasai pemberontak memaksa mundur Ahad dan Senin kemarin.

Pertempuran menghambat untuk menemukan beberapa jenazah dari pesawat MH17 itu, dan merusak satu penyelidikan yang penting karena Kiev dan dan Barat saling tuduh dengan Moskow mengenaii jatuhnya pesawat Boeing itu.

Semua 298 penumpang dan awak di pesawat itu tewas setelah MH17 diduga kuat ditembak peluru kendali.

Para ahli internasional mengatakan, apabila mereka dapat mencapai lokasi jatunya pesawat itu, maka prioritas utamanya adalah menemukan bagian-bagian tubuh yang masih ada, kemudian memindahkan harta milik pribadi dari daerah itu.

Organisasi Kerja Sama dan Keamanan di Eropa (OSCE), badan internasional pertama membawa beberap ahli ke lokasi itu setelah pesawat itu jatuh, sedang merundingkan bagi satu koridor akses Senin malam dengan pemberontak dan pasukan Ukraina. (ant/wh)