168 Siswa Guru Dianugerahi Pahlawan Hijau Kota Surabaya

168 Siswa Guru Dianugerahi Pahlawan Hijau Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan siswa dan guru peduli lingkungan di Graha Sawunggaling, Jumat (19/6/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Kota Surabaya akan terus mempertahankan predikatnya sebagai kota yang bersih dan hijau. Kali ini, Pemkot Surabaya menggandeng Tunas Hijau dan beberapa aktivis lingkungan menggelar Penganugrahan Pahlawan Hijau Kota Surabaya bagi siswa dan guru di Graha Sawunggaling, Surabaya, Jumat (19/6/2015).

“Ini adalah momen untuk menghargai usaha kerja keras siswa dan guru di lingkungan Kota Surabaya,” ungkap Muhammad Zamroni, Presiden Tunas Hijau Indonesia kepada enciety.co.

Zamroni menjelaskan, ada empat kategori penilaian yang dihitung berdasarkan waktu mereka untuk bekerja nyata demi lingkungan. Kategori pertama adalah platinum, waktu yang di perlukan untuk dapat meraih penghargaan ini adalah 200 jam kerja nyata.

Penghargaan berikutnya adalah emas, waktu yang dibutuhkan 150 jam. Ketiga adalah perak, waktu yang diperlukan adalah 100 jam kerja nyata lingkungan. Terakhir adalah perunggu, waktu yang dibutuhkan untuk mendapat penghargaan ini adalah 50 jam. Penilaian ini adalah hasil dari akumulatif waktu mereka selama satu semester.

Dia menambahkan, program yang masuk kategori penilaian adalah program yang dilaksanakan sampai tuntas. Dirinya mencontohkan sampah-sampah organik yang diolah menjadi pupuk. “Misalnya sampah plastik yang bisa didaur ulang menjadi tas, hasil tersebut mendatangkan nilai ekonomi,” tegasnya.

Zamroni menegaskan tidak akan menilai program-program yang sifatnya seremonial semata. “Kami tidak akan menilai kegiatan yang seremonial karena efeknya tidak dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Dalam acara ini dirinya mengaku ada 168 siswa dan guru yang dianugrahi Pahlawan Hijau Kota Surabaya. “Kegiatan ini nantinya masih akan terus di ujicobakan di 30 sekolah se-Kota Surabaya,” terangnya.

Ke depan, dirinya berharap dengan adanya kegiatan semacam ini masyarakat Surabaya tertantang untuk menjaga lingkungannya. “Ke depan, individu di Kota Surabaya dapat menjadi pelopor perubahan di lingkungannya untuk menjadi lebih baik,” tutupnya. (wh)