16 Kepala Daerah Jatim Teken MoU Kerjasama Antardaerah

16 Kepala Daerah Jatim Teken MoU Kerjasama Antardaerah

Gubernur Jawa Timur dan 16 wali kota/bupati di Jatim meneken Kesepakatan Bersama Kerjasama Pengembangan Ekonomi, Pengendalian Inflasi, dan Pengembangan Produk Unggulan Daerah, Rabu (16/11/2016).

Hal ini dilakukan dalam rangka mengawal percepatan implementasi sinergi kerjasama dan konektivitas antardaerah surplus-defisit di Jatim.  Juga merupakan wujud nyata implementasi pilar pertama dan kedua strategi utama roadmap pengendalian inflasi TPID Jawa Timur, yaitu Penguatan Kelembagaan dan Penguatan Kelancaran Distribusi dan Konektivitas antar wilayah melalui percepatan implementasi Program Kerjasama Antardaerah dengan optimalisasi peran BUMD dalam memperkuat lembaga buffer daerah.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengharapkan lebijakan ini dapat semakin memperkuat peran pemerintah dalam mengelola kesinambungan pasokan komoditas pangan strategis di Jawa Timur sehingga dapat mendorong terwujudnya tata niaga pangan yang efisien guna menjaga stabilitas harga baik di level produsen dan konsumen.

“Di tengah kondisi perekonomian global yang masih belum kondusif dan rendahnya pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama, serta anggaran pemerintah untuk pembiayaan ekonomi yang saat ini terkendala oleh rendahnya pendapatan, pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai inovasi program untuk menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.” Kata Soekarwo di Gedung BI Surabaya, Rabu,(16/11/2016).

Pemerintah daerah, lanjut Soekarwo, akan terus mendorong peningkatan keterlibatan perbankan, seperti BPD atau BPR di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mendorong peningkatan investasi daerah melalui optimalisasi penyaluran kredit dengan tetap menjunjung prinsip kehati-hatian (prudent).

“Sementara dari aspek pengendalian harga, keterlibatan perbankan ini sangat diperlukan dalam rangka penguatan BUMD dari aspek infrastruktur dan pembiayaan sebagai lembaga buffer daerah.” Tambah Soekarwo.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong terbentuknya skema pembiayaan Perbankan dengan bunga yang ringan untuk mendorong berkembanganya BUMD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang khusus bergerak di sektor agro dalam rangka menjaga kesinambungan pasokan. Selain dalam upaya pengendalian inflasi, hal ini juga dilakukan dalam rangka optimalisasi peran perbankan dalam mendorong pertumbuhan sektor riil guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, mengingat sektor pertanian juga mempunyai andil yang besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.