16 Bank Kompak Naikkan Bunga Kredit

16 Bank Kompak Naikkan Bunga KreditPersoalan biaya dana (cost of fund) membuat bank-bank mulai menaikkan bunga kredit sejak pekan pertama 2014. Hal itu dinilai pengamat akan meningkatkan risiko kredit bermasalah (non performing  loan/NPL) yang dihadapi bankir.

Berdasarkan data lebih dari 16 bank serempak menaikkan bunga dasar kredit. Kenaikan tersebut merata, baik untuk kredit korporasi, ritel, maupun konsumer.

Kredit pemilikan rumah (KPR) juga diprediksi kian mahal karena PT Bank Tabungan Negara (BTN) menaikkan bunga dasar kredit dari 10,45 persen  menjadi 11 persen. Bunga kredit BTN biasanya diikuti bank lain selaku penyalur KPR.

Bunga kredit perbankan merupakan konsekuensi logis dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang  telah menaikkan suku bunga acuan  (BI Rate) sebanyak 5 kali, senilai 175 basis poin (bps)

Selama 6 bulan terakhir, Commonwealth Bank dan Citibank menaikkan bunga kredit terutama untuk sektor korporasi masing-masing 50 bps dan 250 bps.

Ekonom PT Bank Internasional  Indonesia Tbk, Juniman memproyeksikan risiko NPL akan naik hingga 2,5 persen selama 2014. Posisi rasio NPL per Oktober 2013 yang dilansir Bank Indonesia pada Desember, berada pada level 1,91 persen.

“Sebelum menaikkan bunga kredit bank-bank harus sensitif dengan segmen-segmen kredit yang rentan dengan kredit macet,” ungkap Juniman.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, NPL perseroan masih dalam kondisi yang bisa ditoleransi dan perseroan mencadangkan provision untuk NPL.

“Kenaikan NPL akhir tahun ini ada dan saya kira masih dalam toleransi,” katanya. (bis/bh)