158 Warga Morokrembangan Racik Rujak Cingur

 

158 Warga Morokrembangan Racik Rujak Cingur

Sedikitnya 158 ibu-ibu bahu-membahu membuat rujak cingur dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya 2014 di Balai RW III, Kelurahan Krembangan, Kecamatan Morokrembangan, Surabaya.

“Sudah biasa, Mas kalau bikin rujak begini,” celetuk ibu-ibu, Rabu (29/10/2014).

Kepiawaian ibu-ibu membuat rujak cingur ini terlihat saat mereka ambil alih dalam pelaksanaan pelatihan PE dari Surabaya Hotel School (SHS). Ratusan ibu-ibu itu turut membantu koki dengan mengiris mangga, bengkoang, nanas, cingur, hingga mengulak bumbu rujak.

Instruktur pelatihan PE 2014, Cheef SHS Christine mengakui peserta dalam pelatihan kali ini cukup atraktif dan terlibat langsung untuk membuat rujak cingur. Ini dikarenakan kebanyakan ibu-ibu sudah bisa membuat rujak khas Kota Pahlawan tersebut.

“Bumbunya kan sederhana dan bahan-bahannya juga gampang jadi ibu-ibu sudah bisa. Ini saya dibantuin untuk membuat rujak cingur sampai siap saji,” terangnya kepada enciety.co.

Christine membeberkan membuat rujak cingur tidaklah sulit. Cukup menyiapkan kacang tanah, bawang putihm petis, pisang batu, gula merah, terasi, cabai, dan buah-buahan sesuai selera. Selanjutnya bumbu-bumbu tersebut tinggal dihaluskan.

“Setelah itu buah-buahan diris kecil-kecil dicampur cingur dan lontong lalu disiram bumbu kacang dan sudah siap dihidangkan,” ajarinya singkat.

Selain melakukan pelatihan cara membuat rujak cingur, ibu-ibu juga diajak belajar cara membuat makanan home industry (HI) khas Jepang, yakni dim sum. Kemudian untuk kerajinan tangan, ibu rumah tangga diajarkan cara membuat manik-mani dompet.

Sebelum melaksanakan pelatihan PE 2014 terlihat diberi pembekalan oleh viva cosmetic untuk selalu tampil cantik natural di mana pun itu. Di pandu oleh Nia dan Diana, banyak pengetahuan yang didapatkan oleh ibu-ibu tentang merias wajah.

“Jadi kosmetik itu beda dengan obat ya bu. Kosmetik itu untuk tampil cantik, melindungi, dan merawat wajah. Tapi kalau obat hanya mengobati, misalnya saja mengobati jerawat setelah itu tidak digunakan lagi,” ajar Diana dengan manis. (wh)